Perhimpunan Indonesia Tionghoa Berencana Adopsi Anak Korban Bencana Tsunami Sultang

Perhimpunan Indonesia Tionghoa Berencana Adopsi Anak Korban Bencana Tsunami Sultang

SHARE

PALU – Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) INTI Teddy Sugianto didampingi Koordinator Tim Peduli Kemanusiaan Kasih Profesional Drs. Efendi Hansen Ng bersama Ketua Umum Marga Huang Indonesia Johan Nurdin beserta Sopyan Wijaya mengunjungi untuk memberi bantuan korban bencana tsunami sekaligus berniat mengadipsi anak korban bencana tsunaki di Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah (6/11/2018) kemarin.

Pada kesempatan itu, Sugianto mengajak semua sesama anak bangsa untuk tunjukkan kepedulian dan solidaritas untuk meringankan penderitaan saudara-saudari kita di Sulawesi Tengah yang sedang dilanda bencana.

Mengenai anak anak korban gempa dan tsunami di sulawesi tengah, Teddy mengatakan INTI atau Perhimpunan Indonesia Tionghoa siap mengangkat anak-anak korban gempa dan sunami yang berprestasi atau yang tidak mampu untuk menjadi anak angkat INTI.

“Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) untuk kali ke 3 datang ke sulawesi tengah untuk memberikan bantuan berupa, 1000 lebih paket bantuan untuk 1000 KK, yang terdiri atas 10kg beras, 1 kg gula, 1 liter minyak, 2 sarden, susu, mainan untuk anak anak dan perlengkapan mandi, Perhimpunan INTI juga memberikan pengobatan massal untuk 500 orang di tempat pengungsian,” jelas Teddy.

Seperti diletahui, anak-anak korban gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) kini menjadi rebutan warga untuk mengadopsinya.

Bahkan ratusan orang banyak berdatangan ketempat penampungan anak-anak korban gempa Sulteng yang kini belum diketahui dimana keberadaan orangtuanya.

Di mana ada informasi hoax jika ada 84 anak korban bencana Sulses siap diadopsi.

Informasi tersebut beredar luas dalam broadcast pesan singkat bahwa 84 anak korban bencana Sulawesi Tengah (Sulteng) yang ditampung di Yayasan Akar Panrita Mamminasata dan RSUD Daya Makassar, siap diadopsi.

Tak sediikit warga yang termakan hoax soal kabar adopsi itu, ada sekitar 500-an warga kota Makassar yang sengaja datang ingin mengadopsi 84 anak korban bencana gempa bumi dan tsunami Sulteng setelah menerima informasi hoax tersebut.

Baca juga :   Rektor UPN: Bela Negara Itu, Cintai Produk Dalam Negeri

Mereka berbondong-bondong datang ke yayasan tempat para anak-anak itu ditampung yakni di Yayasan Akar Panrita Mamminasata, Jl Bukit Baruga, Antang, Kota Makassar. (Acong)

Facebook Comments