Pertamina Didesak Bertanggungjawab Dugaan Bocornya Data Pengguna Aplikasi MyPertamina

 Pertamina Didesak Bertanggungjawab Dugaan Bocornya Data Pengguna Aplikasi MyPertamina

JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Rudi Hartono Bangun mendesak PT Pertamina bertanggung jawaban atas dugaan adanya kebocoran data pengguna aplikasi ‘MyPertamina’.

Padahal, kata Rudi, rencana pengaturan pembelian BBM bersubsidi, khususnya jenis Pertalite menggunakan aplikasi MyPertamina belum terealisasi sampai sekarang.

Semula, kebijakan yang bertujuan agar BBM bersubsidi tepat sasaran itu mulai berlaku per 1 Juli lalu. Namun belakangan dikabarkan, bahwa salah satu peretas ‘Bjorka’ diduga telah membocorkan data pengguna MyPertamina. Peretas itu mengaku telah membocorkan sebanyak 44,237 juta data dari aplikasi MyPertamina.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI Rudi Hartono Bangun menegaskan direksi Pertamina Patra Niaga harus menyelidiki permasalahan itu, dan bertanggung jawab kepada masyarakat atas data yang bocor.

“Ini bisa menjadi preseden buruk terhadap perlindungan data masyarakat jika data MyPertamina sampai bocor. Pertamina harus bertanggung jawab,” tegas Rudi kepada wartawan, Jakarta, Jumat (11/11/2022).

Politisi asal Dapil Sumatera Utara III ini mengakui, tujuan dari penggunaan aplikasi MyPertamina ini cukup baik dalam mengontrol penyaluran BBM bersubsidi.

Menurut Rudi, sejatinya, kebijakan itu harus meliihat kondisi di lapangan bahwa  tidak semua masyarakat Indonesia melek teknologi dan memiliki telepon pintar untuk mendaftar di MyPertamina. Termasuk belum semua daerah terjangkau jaringan internet yang baik dan stabil.

“Kalau bicara tujuan aplikasi ini, ya memang baik, supaya penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran. Jadi benar-benar masyarakat yang berhak bisa beli BBM bersubsidi,” ujar Rudi.

“Tapi juga harus dipikirkan masyarakat yang belum mempunyai gawai. Belum lagi barusan kita dengar kabar data penggunanya bocor, ini bisa jadi Pertamina sendiri belum siap buat memastikan datanya aman. Infrastruktur digital Pertamina harus siap dulu, datanya dipastikan tidak ada yang bocor, baru mungkin setelah ini aplikasinya bisa digunakan,” sambungnya.

Editor: Habib Harsono

 

Digiqole ad

Berita Terkait