Ponpes Al Mizan Wanajaya Sarasehan Green Economy

 Ponpes Al Mizan Wanajaya Sarasehan Green Economy

MAJALENGKA – Sarasehan Green Economy digelar selama 2 hari di Pesantren Ekologi Al Mizan Wanajaya,16-17 Desember 2022. Sarasehan diisi dengan berbagai kegiatan seperti halaqoh teologi lingkungan, seminar investasi hijau, pertunjukan seni, senam sehat, serta perkemahan santri.

Hadir pada pembukaan acara Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Barat Barnas Adjidin yang mewakili Gubernur Jawa Barat. Sebagai simbolisasi pembukaan, dilakukan pemukulan rebana serta kentongan yang dipimpin oleh KH Sarkoshi Subkhi.

Pengasuh Ponpes Al Mizan Wanajaya, KH Maman Imanulhaq dalam sambutannya mengatakan, Sarasehan Green Economy ini penting digelar untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan di tengah ancaman perubahan iklim, khususnya bagi para entitas dari pesantren.

“Pesantren harus mampu bertransformasi menjadi salah satu lokomotif penggerak ekonomi hijau. Sarasehan Green Economy yang ini diharapkan mampu membangun kolaborasi antar pesantren dengan para pemangku kepentingan lainnya untuk menangkal perubahan iklim melalui Aliansi EcoPesantren,” Kiai Maman kepada wartawan, Sabtu (18/12).

Sebagai acara pertama adalah Halaqoh Teologi Lingkungan yang diisi oleh para pakar seperti KH Mahrus El Mawa dari Kemenag, KH Anwar Sulaeman (Ketua MUI Majalengka), KH Mukti Ali Qusaeri (Ketua BM NU DKI), dan KH Asep Sholahudin (Rektor IAILM Suryalaya).

Malam harinya, sarasehan dilanjutkan dengan pertunjukan seni yang ditampilkan oleh para seniman daei Cianjur, Lokatmala Foundation dan juga penampilan dari grup band The Romlies. Di sela pertunjukan seni, ada juga orasi kebudayaan yang disampaikan oleh Taufik Rahzen serta Herry Dim.

Hari kedua, acara dimulai dengan senam sehat bersama yang diikuti oleh ratusan ibu-ibu warga sekitaran Desa Wanajaya serta penanaman pohon yang dilakukan oleh para tamu undangan yang hadir.

Rangkaian kegiatan pun ditutup dengan seminar investasi hijau. Kali ini sebagai pembicara yakni Sekretaris Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Agus Rusly, Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Arief Hartawan, dan Executive Vice President Regional III Jawa Barat PT Pos Indonesia Pujiati.

Digiqole ad

Berita Terkait