Prabowo Subianto Miskin Gagasan

Prabowo Subianto Miskin Gagasan

SHARE
Netizen memberikan dukungan pada Prabowo Subianto sebagai Presiden RI menggantikan​ Presiden RI Joko Widodo saat ini

Oleh: Inas Nasrullah Zubir, Ketua DPP Hanura

Pragmatisme pemilih harus diperhitungkan oleh para kandidat pilkada maupun pilpres, karena pemilih di desa-desa di Indonesia cenderung pragmatis.

Gejala pragmatisme pemilih ini mulai booming setelah reformasi dan dimulai dalam perhelatan Pilkada, Pileg dan Pilpres langsung dimana pemilih diiming-iming materi dan program kerakyatan.

Memanfaatkan pragmatisme pemilih dengan cara yang tepat adalah “door to door” artinya memberi pemberian materi atau program dari pintu ke pintu rumah pemilih.

Apabila calon kepala daerah atau calon presiden adalah pendatang baru. Maka akan menguras kocek sangat dalam sedangkan petahana yang cerdas tentunya akan memanfaatkan berbagai instrumen yang dia miliki untuk kemudian dijadikan program dengan memanfaatkan APBD atau APBN sesuai aturan yang berlaku.

SBY pun melakukan hal yang sama pada periode kedua meluncurkan program BLT dan BLSM langsung door to door ke grass root melalui instrumen Inpres No. 12 th 2005 kemudian Inpres No. 3 th 2008 dengan menyunat subsidi BBM untuk kemudian dialihkan menjadi BLT.

Lain SBY dan lain juga Jokowi yang tidak mau ketinggalan, yakni mengoptimalkan program yang sudah ada serta meluncurkan berbagai program door to door langsung ke grass root diantaranya adalah program sertifikat tanah, permodalan nasional madani, program 1 juta rumah per tahun dan lain-lain.

Sedangkan bagi pendatang baru, akan sangat sulit memenuhi pragmatisme pemilih ini karena akan membutuhkan biaya paling Triliunan, apalagi jika itu untuk disebarkan kepada 100 juta pemilih dengan nilai tertentu, dan biasanya juga belum tentu seluruhnya sampai kepada grass root karena banyak juga dana tersebut nyasar ke tim sukses.

Prabowo rupanya tidak memiliki gagasan apapun dalam bentuk program kerakyatan yang mempunyai daya tarik bagi pemilih, bahkan kita belum pernah mendengar dia bicara soal itu dalam setiap pidatonya yang justru lebih sering hanya berbual dan menyalahkan pemerintahan Jokowi.

Baca juga :   Kader Gerindra: Harusnya Pak Inas Fokus Urusin Partainya, Jangan Jadi Beban Koalisi

Oleh karena itu untuk memenuhi pragmatisme pemilih, maka Prabowo mungkin akan menggunakan cara instan dengan serangan fajar yakni membagi-bagi logistik bahkan uang cash kepada pemilih.

Karena itu tidaklah mengherankan jika dia menggalang kencleng “DANA PERJUANGAN” serta memilih Sandiaga Uno yang berkocek tebal ketimbang memilih ulama, dengan harapan dapat meraup suara pemilih sebanyak-banyaknya.

Tanjung Kait, 17 Agustus 2018
Inas N Zubir

Facebook Comments