Presidium Sidang Kongres XV KNPI Ini Merasa Tertipu oleh Pihak yang Ingin...

Presidium Sidang Kongres XV KNPI Ini Merasa Tertipu oleh Pihak yang Ingin Pemilihan Ketum DPP KNPI Dua Putaran

SHARE
(kiri ke kanan) Dian Rahadian (Mantan Ketua KNPI Jabar), Asep Komaruddin (Sekretaris DPD KNPI Jabar), Salman Faisal (Presidium Sidang Kongres), Haris Pertama (Ketum DPP KNPI, Azis (Ketua OKK KNPI Jabar)

JAKARTA – Adalah Salman Faisal salah satu presidium sidang di Kongres XV Pemuda/KNPI (18-22’12/2018) lalu di Hotel Forest Resort, Bogor, Jawa Barat. Salman merasa ‘tertipu’ dengan adanya oknum yang membawa namanya menyetujui pemilihan ketua umum DPP KNPI Dua Putaran.

Dan Salman mengungkapkan, surat edaran yang terdapat tanda tangan dirinya sebagai pimpinan sidang menyetujui putaran kedua adalah palsu.

Awalnya, cerita Salman, ia hanya dimintai mengirim scan tanda tangan untuk menyampaikan hasil resmi kongres KNPI yang telah usai pada 22 Desember lalu.

Yang ia sayangkan, kenyataannya tanda tangan hasil scan itu beredar dalam surat edaran yang mengatasnamakan pimpinan Sidang Kongres secara kolektif.

“Jujur saya belum pernah bertemu dengan pimpinan sidang yang lain setelah selesai kongres. Pernah ada saudara Heru yang hubungi saya minta scan tanda tangan, tapi saya kira (tanda tangan saya dipakai) untuk hasil-hasil sidang. Tapi besoknya beredar kronologis seperti itu,” aku Salman kepada wartawan, Sabtu (29/12/2018) kemarin.

Sebagai informasi, kongres yang digelar di Bogor telah memutuskan Haris Pertama sebagai Ketua Umum KNPI terpilih periode 2018-2021 mengalahkan Noer Fajrieansyah suara 84 vs 82, dengan 2 duara abstain dengan 168 pemilik suara.

Dua hari pasca terpilihnya Haris, belakangan beredar surat yang ditujukan kepada DPD KNPI dan peserta kongres yang menyebut kongres belum selesai dan akan dilanjutkan putaran kedua selambat-lambatnya Januari 2019.

Untuk itu, Salman mengaku ada sejumlah perbedaan pandangan dalam surat edaran yang terdapat tandatangan dirinya itu. Tapi kenapa Salman disebut-sebut pemilihan ketum DPP KNPI menyetujui dua putaran.

“Ada beberapa point yang saya belum setuju dari surat edaran itu. Tapi ternyata sudah ada tanda tangan saya,” terangnya.

Baca juga :   Wah.. Ada 57 Ribu PNS di Negeri Ini 'Fiktif'?

Tak hanya itu, Salman Faisal menyampaikan, dalam surat edaran itu ada sejumlah kesalahan proses yang telah tersebar dan mencantumkan tanda tangan dirinya itu. Apa saja?

“Sampai sekarang saya tidak pernah dihubungi oleh penyelenggara kongres terkait isi surat edaran itu. Jadi saya tidak tahu seperti apa prosedurnya,” pungkasnya (adam)

Facebook Comments