Profil Juri Ardiantoro, Ketua Timsel Calon KPU-Bawaslu RI

Profil Juri Ardiantoro, Ketua Timsel Calon KPU-Bawaslu RI

BERBAGI
Juri Ardiantoro menyampaikan sambutan usai terpilih sebagai Ketua IKA UNJ 2017 lalu

JAKARTA – Ketua PBNU Juri Ardiantoro didaulat menjadi Ketua Timsel Komisioner KPU dan Bawaslu RI untuk periode 2022-2027. Itu pasca Presiden Joko Widodo mengeluarkan keputusan dengan menetapkan Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) itu Ketua Tim Seleksi (Timsel)

Di mana penetapan itu sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) Joko Widodo yang melangsir nama-nama Timsel bagi Calon Anggota BaawaslU RI dan KPU RI masa bakti 2022-2027;

Juri Ardiantoro: Ketua merangkap anggota
Chandra M Hamzah: Wakil Ketua I merangkap anggota
Bahtiar: Sekretaris merangkap anggota :

Adapun Anggota :
Edrward Omar Sharief Hiariej
Betti Alisjahbana
Air Langga Pribadi Kusman
I Dewa Gede Palguna
Endang Sulastri
Abdul Ghafar Rozin
Poenky Indarty
Hamdi Muluk

Berikut profil singkat Juri Ardiantoro:

Selain aktivis. Juri Ardiantoro, yang kini dipercaya oleh Presiden Jokowi menjabat sebagai Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP). Jabatannya itu membidangi terkait persoalan informasi dan komunikasi. Di mana Juri menduduki jabatan sebagai Deputi IV KSP sejak 2020 lalu.

Seperti dirangkum oleh Litbang Lintas Parlemen, Juri yang juga mantan aktivis PMII ini sebelumnya sempat memiliki karir panjang di KPU. Awalnya berkarir DKI Jakarta hingga Juri pernah terpilih sebagai anggota KPU DKI di tahun 2003 lalu.

Di tahun 2005, Juri terpilih menjadi Plt Ketua KPU DKI Jakarta kala itu. Ia menggantikan M Taufik swbagai Ketua definitif KPU DKI. Di mana M Taufik Wakil Ketua DPRD DKI saat ini dari Fraksi Gerindra menghadapi kasus hukum.

Dua tahun setelahnya, Juri terpilih kembali sebagai Ketua KPU definitif hanya setahun, dari tahin 2007 hingga tahun 2008. Dan ujungnya, Juri terpilih Kembali menjadi komisioner KPU yang dipercaya sebagai ketua KPU DKI Jakarta untuk untuk periode tahun 2008-2013.

Karirnya di kepemiluan tidak hanya di Jakarta. Juri melanjutkan karirnya pada penyelenggaraan pemilu tingkat nasional. Ia sempat terpilih menjabat Ketua KPU RI menggantikan Husni Kamil. Juri pun menghabiskan masa tugasnya dua tahun Ketua KPU RI dari 2016 hingga April 2017.

Selepas menjadi Ketua KPU DKI, pada 2018, Juri Ardiantoro juga pernah menjadi anggota Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pemilu 2019.

Juri yang punya karir cemerlan. Ia berawal mendirikan Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP). Di mana ktivitasnya di KIPP itu yang membuatnya bisa mengantarkannya menjadi Ketua KPU RI.

Juri yang lahir Brebes (6 April 1973, umur 48) ini memiliki beragam latar belakang pendidikan yang pernah dijalani. Ia memperoleh gelar S1 alias sarjana dari jurusan pendidikan sejarah di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dulu disebut IKIP Jakarta dari kuliah 1992-1999.

Kemudian Juri melanjutkan pendidikan magisternya di jurusan Sosiologi FISIP Universitas Indonesia (UI) 2000-2003. Dan ia menuntaskan studi doktoral di bidang Sosiologi di Universiti Malaysia, Kuala Lumpur, 2006-2015 laku.

Usut punya usut, Juri pernah mengawali karir sebagai guru SMA di Lab School Jakarta di 1999-2000. Setelah itu, ia menjadi dosen di FISIP Universitas Bung Karno (UBK). Kemudian ia memutuskan mengajar di almamaternya, di UNJ hingga sekarang.

Juri juga sempat menjabat ketua Ikatan Alumni (IKA) UNJ pada periode 2017-2020. Saat itu, proses pemilihan dilaksanakan Jumat malam, 12 Mei 2017 lalu di Hotel Kartika Chandra, Jakarta. Kala itu, proses pemilihan berlangsung dengan cara musyawarah tertutup dari 10 orang calon.

Dan pada Pemilu 2019 lalu, Juri sempat mendapatkan tugas yang diamanahi sebagai posisi sebagai Wakil Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Calon Presiden-Wakil Jokowi dan K.H Ma’ruf Amin. (HMS)

Facebook Comments