Raker FKDM se-Jaktim: Bahas Berita Hoax, Sukseskan Pemilu hingga Kekerasan pada Ulama

Raker FKDM se-Jaktim: Bahas Berita Hoax, Sukseskan Pemilu hingga Kekerasan pada Ulama

SHARE

JAKARTA – Rapat Kerja (Raker) Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) se-Jakarta Timur (Jaktim) usai digelar dengan menghasilkan sejumlah agenda. Ke depannya FKDM terus terlibat menjaga keamanan lingkungan dan turut mensukseskan Pemilu Serentak Tahun 2019.

“Kita harus mengembalikan Tupoksi FKDM, karena banyak masukan dari masyarakat. Walau sesulit apapun, kebersamaan tidak mengalahakan semuanya. Ke depan, saya harapkan, FKDM wajib menjaga keutuhan NKRI,” kata Ketua FKDM Jaktim Bpk. H. Wisnu Adjinoto dalam sambutannya di Gedung C, Walikota Jakarta Timur, Sabtu (31/3/2018) kemarin.

Tampak hadir pada Raker tersebut Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur, Usmayadi, M.Si, Kepala Kesbangpol Jakarta Timur, Drs. H. Hamid Mas’ud, Kodim 0505 Mayor Luky Dibyanto, Bakor BIN Jakarta Timur, M. Yasin, Bakesbangpol DKI Jakarta, Habib Setiawan, Intel Kodim 0505 Kol. Eko Wahyudi, Koramil 02/Matraman Pelda Aulia, Koramil 07/Pasar Rebo Serma Tumar, Koramil 08/Duren Sawit Serma Susrikan, Kapolsek Cakung Kompol Supoyo, Kapolsek Jatinegara Kompol Agus Sumarno, Wakapolsek Makasar Kompol Suhermansyah, Kanit Binmas Cakung Iptu Sumardi, SH, Kanit Binmas Pasar Rebo Iptu Guridno, Wakil Ketua FKDM Provinsi DKI Jakarta, Ir. Budi Siswanto dan Sekretaris FKDM Provinsi DKI Jakarta, H. Munir Arsyad.

Para anggota FKDM se-Jaktim berfoto bersama usai acara Raker

Dalam sambutannya, Budi Siswanto menyampaikan apresiasi kepada FKDM Jakarta Timur yang telah berinisiatif menggelar acara Raker tersebut. Ia berharap, kegiatan itu diikuti oleh wilayah lainnya di DKI.

“Memberdayakan semua FKDM agar dapat menjalankan peran dan fungsinya. FKDM harus dapat besinergi dengan masyarakat. Dan saya tetap ucapkan terima kasih kepada FKDM karena sudah menjadi mata dan telinga pemkot (Jaktim),” terang Budi.

Sementara itu, Hamid Mas’ud menyampaikan, ucapan terima kasih atas kerja sama selama ini. Hamid mengajak kepada seluruh jajaran FKDM se-Jakarta Timur untuk menjalankan tugas sesuai dengan tupoksinya. Terutama yang berkaitan dengan laporan dimulai dari tingkat paling bawah yaitu kelurahan dan ke atas dan seterusnya.

Baca juga :   Mantan PRASS Apresiasi Langkah Anies Copot 3 Kepala SKPD

“Saling berkoordinasi antar sesama anggota di wilayah masing-masing dan wilayah yang berdekatan. Serta berkoordinasi dengan para pimpinan wilayah seperti lurah, camat dan walikota,” pesan Hamid.

“Memasuki tahun politik, diharapkan kepada seluruh anggota FKDM se-Jakarta Timur untuk tidak melakukan politik praktis, menggunakan kaos/baju warna-warni. Lebih mengintensifkan hubungan dengan masyarakat sekitar, guna mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan, terutama persoalan tawuran, begal,” sambung Hamid.

Saat pimpinan komisi saat memimpin Rapat Pleno tiap-tiap Komisi dari masing-masing perwakilan FKDM Kecataman dan kelurahan se-Jaktim

Habib Setiawan diawal sambutannya di hadapan 200 peserta Raker perwakilan FKDM tiap Kelurahan dan Kecamatan se-Jakarta Timur itu, untuk tetap fokus menjalankan tugasnya. Khususnya menjelang tahun politik, akan banyak permasalahan yang timbul dimasyarakat, terutama menyebarnya berita hoax atau bohong.

“Sebagai FKDM hendaknya bisa mengantisipasi penyebaran berita hoax supaya masyarakat tidak menjadi resah. FKDM bukan hanya mengantisipasi yang berhubungan dengan Kamtibmas saja, namun segala aspek bisa untuk dilaporkan,” jelas Habib.

Munir Arsyad memuji kekompakan FKDM Jaktim dengan menggelar rakor yang sangat meriah. Apalagi dihadiri oleh pihak terkait sebagai mitra FKDM di tengah masyarakat.

“Saya sudah menduga dan dipastikan kegiatan raker FKDM Jakarta Timur akan sangat meriah dan wah. Raker FKDM Jakarta Timur ini dihadiri banyak tokoh,” ujar Munir.

Munir juga menjelaskan terkait berita hoax, faktanya ada kejadian di tengah masyarakat. Hal itu membuatnya bingung, khusus sejumlah ulama dan ustadz jadi korban kekerasan tersebut.

“Masih membuat saya bingung, terkait salah satu kekerasan terhadap para ulama dan ustadz. Sementara Kapolres mengatakan tidak ada kekerasan terhadap ulama atau ustadz di Jakarta Timur, tapi faktanya ada ustadz yang telah mengalami kekerasan di wilayah Cipayung,” tegas Munir. (Majid)

 

Facebook Comments