Ramai-ramai Kritik Puan Bicara ‘Semoga Sumbar Dukung Negara Pancasila’

Ramai-ramai Kritik Puan Bicara ‘Semoga Sumbar Dukung Negara Pancasila’

BERBAGI

JAKARTA – Anggota DPR RI dari dapil Sumatera Barat I Hermanto menegaskan Pancasila bagi masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) sudah final. Jangan ada yang mempolitisir terminologi idelogi untuk kepentingan pilkada di Sumbar.

“Silahkan berkampanye tetapi jangan menyakitkan. Ada pepatah Minang: ‘harimau bana dalam paruik, kambiang juo nan kalua’ (walaupun kesal yang keluar dalam lisan tetap kalimat arif),” papar Hermanto menanggapi pernyataan Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang terkesan meragukan dukungan masyarakat Sumbar kepada Pancasila.

Sebelumnya, di sela pengumuman cagub-cawagub Sumbar untuk Pilkada 2020 yang diusung PDIP, Puan Maharani menyebutkan:  “Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila.”

“Orang Minang tidak bisa diprovokasi karena terdidik, cerdas dan mandiri”, ucap Hermanto.

Lebih jauh Hermanto menyebutkan, saat ini Sumatera Barat konsisten melaksanakan nilai-nilai Pancasila. Masyarakat Sumbar sangat menyadari bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila merupakan sari pati budaya Minang yang religius, egaliter, terbuka, demokratis dan selalu bergotong royong untuk mewujudkan keadilan sosial,” tutur legislator dari FPKS ini.

Orang Sumbar, lanjutnya, juga sangat menjunjung tinggi nilai Pancasila karena tahu banyak tokoh, ulama dan intelektual pahlawan dan pendiri bangsa (founding fathers) berasal Sumbar.

“Mohammad Hatta, Mohammad Yamin dan Agus Salim adalah para tokoh pendiri bangsa asal Sumbar yang banyak menyumbang gagasan dan nilai yang terkandung dalam Pancasila,” ungkapnya.

“Ada yang lebih fenomenal dan historikal yaitu Muhammad Natsir dengan gagasan Mosi Integral yang saat itu menyerukan agar Indonesia kembali ke konsep negara kesatuan Republik Indonesia atau NKRI,” imbuh Hermanto.

Nilai-nilai tersebut, katanya, saat ini sangat dipegang kokoh oleh para ninik mamak, cadiak pandai, alim ulama dan pemimpin formal di level gubernur, bupati dan walikota di Sumbar. “Dengan memegang prinsip tersebut Sumbar mengalami kemajuan yang signifikan di berbagai bidang, diantaranya: bidang ekonomi, investasi, sosial, budaya, pendidikan, pariwisata, pemerintahan dan religi,” ucapnya.

Menurut Hermanto, bila ada yang ingin melihat bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila hidup, tumbuh dan berkembang secara nyata silahkan datang ke pelosok-pelosok nagari di Provinsi Sumbar. Provinsi Sumbar saat ini merupakan daerah yang sangat bhinneka tunggal ika dilihat dari keragaman warga, suku, bahasa dan religi.

“Karena budaya egaliter maka saat ini orang Minang hidup rukun dan damai ditengah keragaman warga Sumbar yang datang dari berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.

Di Sumbar, katanya, setiap warga saling menghargai. Ciri orang Minang, walau berbeda pendapat namun tetap mejaga adab dan sopan santun.

“Walau terjadi perbedaan pendapat yang tajam selalu ada cara penyelesaiannya yaitu dengan prinsip ‘bulek ai di pambuluh, bulek kato di mufakat’ (walau berbeda bisa diselesaikan dengan mufakat),” pungkas Hermanto.

Sebelumnya, Anggota Senator atau DPD RI asal Sumatera Barat Alirman Sori angakat suara dengan bertanya balik kepada Puan.

“Malahan saya mau balik bertanya pada beliau, apa dasarnya Puan Maharani menyebut semoga Sumbar menjadi pendukung Pancasila,” ujar Alirman, Rabu (2/9/2020) kemarin.

Menurut Alirman, saat ini tak perlu mempertanyakan siapa Pancasila dan siapa yang bukan karena Pancasila telah final. Tak perlu lagi ada sikap mempertanyakan ideologi negara, apalagi disangkutkan dengan daerah tertentu.

“Bagi NKRI, di mana soal Pancasila sudah final, tidak ada perlu ada lagi sikap mempertanyakan terhadap suatu daerah pendukung Pancasila,” ujarnya.

Untuk diketahui, Ketua DPP PDI Perjuangan sekaligus putri Megawati Soekarno Putru, Puan Maharani telah menyoalkan agar Sumbar menjadi provinsi pendukung negara Pancasila. Apa Puan atau Ketua Bidang Politik dan Keamanan PDIP itu menyimpulkan bahwa Provinsi Sumbar bukan lagi wilayah pendukung negara Pancasila? Entahlah. (Joko)

Facebook Comments