Rapat dengan Rektor! Sodik Mudjahid Berbagi Tips Kembangkan Perguruan Tinggi

 Rapat dengan Rektor! Sodik Mudjahid Berbagi Tips Kembangkan Perguruan Tinggi

Wakil Ketua Komisi VIII Sodik Mudjahid dari Fraksi Gerindra (foto: dpr.go.id)

JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI Sodik Mudjahid berbagi tips sukses mengelola lembaga pendidikan yang dirintisnya dari nol yakni Darul Hikam yang digembangkannya dari TK, SMP hingga SMA. Awalnya, cerita Sodik, lembaga pendidikan yang dirintasnya tidak menarik dan kini mendapatkan kepercayaan tinggai dari masyarakat Bandung, Jawa Barat.

“Kita memiliki pengalaman yang sama di dunia pendidikan Pak (rektor), meski bukan di level perguruan tinggi. Saya pernah mengelola pendidikan dari TK hingga SMA Pak, yang dulunya tidak dihitung oleh orang dan sekarang kata orang menjadi salah satu yang terbaik di Jawa Barat. Mungkin kita bisa sharing,” kata Sodik saat rapat Komisi X DPR RI Rapat Dengar Pendapat Umum Panja Perguruan Tinggi Komisi X DPR RI dengan Rektor Universitas Bina Nusantara (BINUS), Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rektor Universitas Nahdatul Ulama Jakarta (UNUSIA, Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Rektor Universitas Cenderawasih (UNCEN) dan Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK).

Dalam rapat tersebut membahas empat agenda, yakni 1. Kondisi dan tantangan dalam pengelolaan Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia. 2. Penguatan akses, mutu, dan daya saing Perguruan Tinggi (PT). 3. Penguatan kebijakan anggaran dalam penguatan penyelenggaraan Perguruan Tinggi (PT). 4. Masukan dan rekomendasi Perguruan Tinggi (PT).

“Perlu tidak soal pajak pendidikan, karena saya melihatnya, banyak perguruan tinggi swasta yang perlu dana dari perbankan dengan bunga bank yang masih sama untuk pendidikan dan industri,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Sodik menyoroti langkah pemerintah belum memberlakukan perguruan tinggi di Indonesia secara adil. Untuk itu, ia meminta pemerintah berlaku adil pada seluruh perguruan tinggi tanpa pandang bulu, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta.

“Keadilan di perguruan tinggi, di perguruan tinggi negeri dengan perguruan swasta. Ini masalah lama Pak, saya berprinsip pemerintah mengelola dunia pendidikan sama baiknya tanpa membedakan antara perguruan tinggi dan swasta,” terangnya.

Politisi Partai Gerindra ini menjelaskan, lembaga pendidikan swasta di negeri ini memberikan kontribusi besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Sehingga, lanjutnya, tidak boleh pemerintah memberlakukan lembaga pendidikan swasta seperti anak tiri.

“Termasuk swasta kontribusinya sangat luar biasa pada negeri ini. Karena pemerintah ada keterbatasan dana sehingga perlu memproritaskan ‘kewajiban utamanya’.  Ada prinsip kerja dari Gubernur Jawa Barat. Inovasi, kolaborasi dengan dunia industri dan swasta,” terang Sodik.

Sodik berbagi tips kembali pada perguruan tinggi yang baru saja berdiri untuk memilih rektor sesuai dengan karakter kolaborasi. Di mana rektor tersebut ingin mengembangkan perguruan tinggi dengan mengedepankan kolaborasi.

“Buat perguruan tinggi yang baru, cermat dan pilihlah bagian pembantu rektor bagian kemitraan. Lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat, itu harus orang-orang yang bisa berkolaborasi. Lembaga Pendidikan saya makin maju karena kolaborasi, dengan kolaborasi, dunia pendidikan makin bagus. Perguruan tinggi di negara maju pun mereka maju karena melakukan kolaborasi,” papar Sodik yang juga Ketua Yayasan Darul Hikam ini.

“Pada hari ini saya bersyukur karena forum ini sangat representatif dari perguruan negeri, perguruan swasta dan perguruan baru dan perguruan tinggi yang mampan dari Barat dan Timur. Jadi pertemuan ini sangat representatif sehingga bermanfaat bagi kami di Panja.”

Selanjutnya nonton di LintasTV

Editor: Habib Harsono

Digiqole ad

Berita Terkait