RAPBN Tahun 2023 Butuh Penajaman untuk Sejahterakan Rakyat

 RAPBN Tahun 2023 Butuh Penajaman untuk Sejahterakan Rakyat

JAKARTA – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2023 dinilai belum ada yang istimewa dari target pemerintah. Hal itu disampaikan Anggota Badan Anggaran dari Fraksi PKS, Sukamta.

Sebab, terang dia, sampai saat ini pemerintah belum juga menunaikan janji-janji ekonomi kepada publik yang pro rakyat dalam menekan harga bahan pokok untuk lebih murah.

“RUU APBN TA 2023 beserta Nota Keuangan yang diajukan pemerintah membutuhkan penajaman agar lebih sehat, kredibel dan lebih pro rakyat,” kata Sukamta kepada wartawan, Rabu (24/8/2022).

Anggota Komisi I DPR RI ini mengingatkan pemerintah untuk membuat skema antisipasi atas dampak ketidakpastian global akibat perubahan iklim dan perang Rusia dan Ukraina.

Pasalnya, terang Sukamta, RAPBN 2023 harus bisa mewujudkan kesejahteraan rakyat sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 23 Ayat 1.

Selai itu, ia mengingatkan bahwa APBN 2023 adalah APBN yang harus kembali kepada kondisi target defisit di bawah 3 persen dari PDB.

“Hal ini sebagaimana amanah Penjelasan Pasal 12 ayat 3 Undang Undang nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara,” tegasnya.

Laporan: Gia

Editor: Adip

Digiqole ad

Berita Terkait