Rekapitulasi Suara di Papua Memanas! Kepala Suku Kimyal Ancam Bupati Yahukimo?

 Rekapitulasi Suara di Papua Memanas! Kepala Suku Kimyal Ancam Bupati Yahukimo?

YAHUKIMO  – Proses rekapitulasi di Provinsi Papua Pegunungan makin panas. Bahkan, dalam prosesnya terjadi proses ancam mengancam di antara dilakukan oleh Kepala Suku Kimyal atas nama Nopius Yalak, M.Si dari Kabupaten Yahukimo.

Nopius dengan nada tinggi mengancam salah satu bupati di Provinsi Papua Pegunungan. Nopius meminta mengembalikan suara masyarakat Kimyal sebanyak 40 ribu suara yang hilang untuk Caleg DPR RI atas nama Mesak Mirin dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Ancam Nopius, jika 40 ribu suara masyarakat tersebut berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) 7, meliputi Suku Kimyal, Eela, Korupun dan Duram tak dikembalikan maka terjadi hal tak diinginkan. Benarkah Nopius mengancam?

“Apabila suara yang dimaksud belum dikembalikan maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam beberapa hari ke depan.,” kata  Kepala Suku kimyal Nopius Yalak, di Sekretariat ABYU, Senin (18/03/2024) pagi kemarin seperti dikutip dari papuasatu.com.

“Itu suara dasar untuk Bapak Mesak Mirin, karena itu suara masyarakat itu segera dikembalikan Kepada Bapak Mesak Mirin,” ujarnya.

“Terkait dengan hal di atas ini, maka saya menegaskan kepada KPUD kabuapaten Yahukimo dalam hal, BP Penas dan Panus Yahuli, mereka adalah pelaku mencuri suara Kimyal itu segera dikembalikan, suara itu adalah modal sebagai anggota caleg DPR-RI pusat atas nama Bapa Mesak Mirin,” sambungnyam

Diungkapkan juga, bahwa ada beberapa tokoh yang sudah taruh suara dasar, yaitu, tokoh gereja, tokoh masyarakat, tokoh perempuan dan tokoh pemuda.

“Saya atas nama kepala suku kimyal sebagai penanggung jawab atas insiden yang terjadi di Provinsi Papua Pegunungan, pleno jam 3 malam telah melakukan penetapan itu tidak logis, maka suara itu pun harus di kembalikan oleh KPU kepada caleg tersebut,” lanjutnya.

Nopius memberikan tenggak waktu pada bupati yang dimaksud untuk mengembalikan suara itu. Ia menunggu waktu 1 x24 jam.

“Agar kita tenang, aman, nyaman dan tentram dalam situasi politik ini,” ujarnya.

2 Provinsi di Papua Batal rekapitulasi

Sebagai informasi, Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Idham Holik mengatakan bahwa Provinsi Papua dan Papua Pegunungan batal melakukan rekapitulasi nasional pada hari ini karena masih melaksanakan rekapitulasi hasil perolehan suara Pemilu 2024 tingkat provinsi.

“Iya benar (Papua dan Papua Pegunungan batal rekapitulasi hari ini),” ujar Idham saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan KPU Provinsi Papua sedang menyelesaikan rekapitulasi perolehan suara peserta pemilu dari KPU Kota Jayapura.

“Saat ini KPU Papua sedang menyelesaikan rekapitulasi perolehan suara di mana sedang merekapitulasi perolehan suara peserta pemilu dari KPU Kota Jayapura,” jelasnya.

Hal yang sama juga terjadi pada KPU Kabupaten Tolikara yang masih menyelesaikan rekapitulasi suara. Diketahui, proses rekapitulasi KPU Pegunungan sempat berpindah ke Kota Jayapura pada Senin (18/3) malam demi keamanan.

“Iya benar, faktor teknis di level daerah,” kata Idham.

Meski begitu, Idham memastikan dua provinsi di ujung timur Indonesia itu akan mengikuti proses rekapitulasi nasional pada hari terakhir, yakni Rabu (20/3) besok.

“Nanti diinformasikan lagi,” pungkasnya.

 

 

Berita Terkait