Rizal Mallarangeng Gagal Pimpin Partai, Kader Muda Golkar DKI Tuntut Segera Musdalub

Rizal Mallarangeng Gagal Pimpin Partai, Kader Muda Golkar DKI Tuntut Segera Musdalub

SHARE
Sejumlah massa menamakan dirinya Kader Mudah Partai Golkar gelar demo di depan kantor DPD I Partai Golkar, Jl. Penggangsaan Barat No 4 , Jakarta Pusat.

JAKARTA – Gegara suara Partai Golkar DKI Jakarta turun drastis pada pemilu 2019 di ibukota membuat kader Golkar geram. Termasuk di antaranya kader militan yang mengatasnamakan dirinya Kader Muda Partai Golkar (KMPG) meminta Munsyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) segera digelar.

Menurut Koordiator Aksi R Lintang Fisutama, kinerja Plt Golkar DKI Jakarta Rizal Mallarangeng tidak becus mengelola potensi yang ada untuk meraih target suara yang telah ditetapkan. Ia minta Celli, sapaan Rizal Mallarangeng dicopot.

“Kami adalah Pemuda yang tergabung dalam Kader Muda Partai Golkar (KMPG) meminta DPP Partai Golkar mencopot Rizal Mallarangeng sebagai Plt Partai Golkar DKI. Kami menilai Celli, sapaan Rizal Mallarangeng wanprestasi & telah gagal mengemban amanah tersebut,” kata Lintang dalam orasinya yang digelar di depan Kantor DPD I Partai Golkar DKI Jakarta, Jl. Penggangsaan Barat No 4 , Jakarta Pusat.

“Banyak alasan sehingga Celli harus diganti, dan dilengserkan dari jabatannya dan segerakan Musdalub Partai GOLKAR DKI Jakarta,” sambungnya.

Berikut tuntutan KMPG:

1. Secara kelembagaan Partai GOLKAR di DKI Jakarta menjadi lemah , 2 Plt memimpin Partai GOLKAR DKI Jakarta namun roda organisasi tidak berjalan di setiap tingkatan , tidak digelarnya MUSDALUB yang menghasilkan Ketua Definitif .

2. Perolehan Partai GOLKAR DKI Jakarta memprihatikan hanya ada di urutan ke 9 jauh di bawah PSI yang merupakan partai ‘anak kemarin’. Peringkat itu jauh telah dijanjikan oleh Celli sebelum pemilu.

3. Target GOLKAR DKI 22 Kursi DPRD DKI pada pemilu 2019 lalu. Tapi angka-angka itu hanya mimpi, bahkan kursi yg ada malah hilang atau berkurang yang sebelumnya’ semula 9 kursi. Kini, pada pemilu 2019 hanya 6 kursi.

4. Untuk kursi DPR RI hanya memdapatkan 1 kursi dari semula 3 kursi. Itu pun masih sengketa di Mahkamah Konstitusi atau MK. Itu artinya Golkar DKI bisa gigit jari, dan tak bisa mendapatkan kursi DPR RI.

5. Tak hanya itu, Celli terlalu lama.jadi pejabat Plt. Jika dihitung dari masa pelantikannya pada tanggal 8 September sudah 9 bulan menjadi Plt. Kenapa Plt terlalu lama?

6. Celli sebagai Plt Ketua DPD Partai GOLKAR DKI Jakarta melanggar konstitusi partai karena mengangkat PLt Ketua DPD Partai GOLKAR Jakarta Pusat, Sejatinya, sebagai Pelaksana Tugas tidak dibenarkan melakukan pengambilan keputusan yg sifatnya strategis.

7. Rizal tidak memamahi politik kultural masyarakat Jakarta. Andai Celli paham kultur atau budaya orang Jakarta, dengan sangat mudah meraih target suara pada pemilu lalu. Karena Celli tak banyak paham budaya warga Jakarta, maka kebijakan atau langkah politik swlama proses pemilu 2019 salah dan berujung pada target tak tercapai bahkan kehilangan kursi yang sebelumnya diraih.

8. Tidak ada langkah- langkah upaya- upaya untuk persiapaan menggelar Musdalub, bukti pembungkaman demokrasi di tubuh partai GOLKAR DKI Jakarta .

Untuk itu, kami kader Muda Golkar (KMPG) Meminta tanggung jawab moril atas kegagalan Rizal Mallarangeng memimpin kami dan segera menggelar MUSDALUB sebelum MUNAS Partai GOLKAR .

R. Lintang Fisutama
Koordinator Aksi

Mohammad rizky
Presidium KMPG

Facebook Comments