Roro Kendaraan Listrik Berpotensial Dikembangkan di Indonesia

 Roro Kendaraan Listrik Berpotensial Dikembangkan di Indonesia

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dyah Roro Esti sangat mendukung pemerintah secara masif mengembangkan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) yang diemban tugaskan kepada Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Dari sejumlah capaian yang diperoleh oleh Kemenperin selama proses mengembangkan kendaraan listrik tersebut dengan merealisasikan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga lebih dari 40 persen. Yang menjadi pertanyaan Roro, justru saat tren kendaraan listrik naik harga kendaraan tersebut bersaing dengan kendaraan konvensional.

“Dari segi harga, selama ini kita impor (baterai) kendaraan listrik, apakah ini bisa menjadi opportunity buat Indonesia untuk berdaya saing di segi produksi baterai agar secara harga bisa lebih kompetitif?” sorot Roro seperti rilis disampaikan pada wartawan, Jumat (9/12/2022).

Roro mengaku, hal tersebut sempat disampaikan pada Rapat Kerja Komisi VII DPR RI bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita beserta jajaran di Gedung Nusantara I, Senayan Jakarta, Rabu (7/12/2022) lalu.

Pada kesempatan itu, Roro menjelaskan, kendaraan listrik saat ini sangat berpotensi dikembangkan untuk mengurangi emisi karbon, khususnya di sektor transpoortasi.

Ia juga mengakui, pengembangan kendaraan listrik di dalam negeri terkendala terkendala dari segi demand atau permintaan yang masih terbatas. Roro mengungkapkan, kurangnya permintaan kendaraan listrik karena harganya kurang kompetitif disbanding kendaraan berbahan bakar minyak.

‘Tak hanya itu, di mana infrastruktur pendukung kendaraan listrik, salah satunya charging station. Dan saya sdudah sampaikan ke Dirut Pertamina, apakah memungkinkan untuk mensinkronkan dengan SPBU yang existing, kita tambahkan charging station di dalamya. Kita berharap sekali bahwasannya inudstri ini bisa semakn berkembang. Karena kita lihat penyelenggaraan G20 sangat sukses dengan charging station (di lokasi G20) itu lebih dari 50. Kita sempat rapat, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa dari segi persiapan mulai dari transportasinya hingga charging station sangat-sangat baik,” papar Dyah Roro.

Dyah Roro menilai, keberhasilan penggunaan kendaraan listrik pada KTT G20 bisa menjadi role model daerah lain mengenai pengembangan kendaraan listrik. Untuk itu, Kemenperin harus lebih kreatif mengembangkan infrastruktur pendukung.

“Jadi kemarin sempat kita pertanyakan kepada Menteri ESDM, karena yang ingin kami ketahui apa saja yang dapat dihasilkan secara konkret berdasarkan pembahasan-pembagasan yang dilakukan. Jadi misalnya di Energy Transition Working Group (ETWG), salah satunya mungkin terobosan itu dengan adanya JETP, Just Energy Transition Partnership,” pungkasnya.

Digiqole ad

Berita Terkait