RUU Disabilitas Disempurnakan, DPR Berharap untuk Mengakomodir Kesetaraan Hak

 RUU Disabilitas Disempurnakan, DPR Berharap untuk Mengakomodir Kesetaraan Hak

Ketua DPR RI Ade Komarudin beli foto Jokowi karya masyarakat disabilitas

JAKARTA-Lintas Parlemen. Komisi VIII DPR RI sebagai pengusul Rancangan Undang Undang (RUU) Disabilitas berusaha mengakomodir kesetaraan dan hak bagi masyarakat yang kurang beruntung itu melalui penyempurnaan RUU.

Demi menyempurnakan RUU itu, DPR juga mengadakan seminar, sebagai salah satu upaya untuk mensosialisasikan RUU tersebut. Dalam RUU itu, DPR mendukung terhadap penyamaan hak bagi penyandang disabilitas.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ledia Hanifa Amaliah sebagai pembicara seminar itu, mengapresiasi semua pihak yang antusias menyambut RUU itu untuk memperkenalkannya kepada masyarakat luas.

“Kalau buat kami ini bagian dari sosialisasi, bahwa sebenarnya DPR sudah mengerjakan ini, dan itu adalah bagian dari menyerap aspirasi. Karena sejak awal aspirasi ini datangnya memang dari teman-teman penyandang disabilitas. Pasti ada lebih dan kurangnya, karena tidak semuanya bisa diakomodir dalam UU ini kelak,” kata Ledia Hanifa Amaliah di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (17/03) kemarin.

Ketua Yayasan Sejahtera Jiwa Raga Indonesia (SEHJIWA Indonesia) Rachmita Harahap berharap, dengan adanya perubahan RUU Disabilitas ini masyarakat tidak lagi memandang penyandang disabilitas sebagai individu yang tidak mandiri dan selalu membutuhkan bantuan.

Namun Rachmita berharap agar mereka berkembang menjadi pribadi yang unik dan memiliki potensi dan kreatifitas yang kuat. Nantinya pemberdayaan hak penyandang cacat perlu ditingkatkan melalui kepedulian pemerintah.

“Penyandang disabilitas atau penyandang catat juga harus mandiri seperti orang-orang normal lainnya. Walaupun untuk disabilitas tuna daksa mereka tidak memiliki tangan, dan mereka juga sulit untuk bergerak. Tapi mereka memiliki kreatifitas,” terang Rachmita. (Nanda)

Digiqole ad

Berita Terkait