Satu Lagi Kebohongan dan Ketidakprofesional Teman Ahok Terungkap!

 Satu Lagi Kebohongan dan Ketidakprofesional Teman Ahok Terungkap!

JAKARTA, LintasParlemen.com – Teman Ahok ‘mengklaim’ dirinya sebagai relawan pengusung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang memiliki kinerja yang profesional dan kerja ketas luar biasa mengumpulkan sejuta KTP.

Namun, akhir-akhir ini terus terkuak kinerja Teman Ahok itu. Di antaranya, bekas Teman Ahok sendiri, Richard Sukarno membeberkan kecurangan dan praktek kebohongan yang tidak sehat dalam pengumpulan salinan kartu tanda penduduk untuk mendukung Ahok itu.

Richard juga menuturkan, Teman Ahok menggunakan segala cara atau strategi demi memenuhi target 1 juta KTP. Salah satu yang digunakan, kata dia, adalah barter. Richard mencontohkan, KTP yang dikumpulkan dari wilayah Jakarta Utara.

Ketidak-profesional Teman Ahok yang teranyar, yakni salah satu pengurus DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jakarta Timur yang bernama Syamsuddin mendapatkan pesan singkat yang ‘nyasar’ dari Teman Ahok.

“Terimakasih Ibu NELLY MEIDA PASARIBU, KTP Anda sdh kami terima & kami jaga. Ayo ajak yg lain kumpulkan KTP utk usung Ahok-Heru Independen. Info: temanahok.com,” tulisan pesan itu.

Syamsuddin yang juga warga Duren Sawit itu merasa heran dan aneh mendapatkan SMS Teman Ahok itu. Ia pun membalas short messager service (SMS) itu.

“Hahaha mata lu picek, mang sjak (kapan, red) nama gw jadi NELLY MEIDA PASARIBU,,,,,? Ketayan loh gak bisa kerja bajak nama dan nomer hp orang,” balas Syamsuddin yang juga ketua RT ini.

Saat dihubungi oleh LintasParlemen.com, Syamsuddin mengaku pesan itu kemarin, Senin (23/06/2016) sekitar pukul 15:08 WIB kemarin.

Ia merasa ada yang ganjil dari SMS itu, bisa saja pesan singkat itu sebagai rentetan kecurangan dan kebohongan teman Ahok. Apa termasuk uang Rp30 miliar yang diterima Ahok yang belum diakuinya juga oleh Teman Ahok? Hanya teman Ahok yang bisa menjawab.

“Parah banget tuh masa nama gw ganti. Itu nya lagi, Saya kan tak pernah kasih KTP sama siapa-siapa untuk mendukung salah satu kandidat Gubernur, apalagi pada Teman Ahok. Jangan-jangan ini bentuk kebohongan mereka mulai terungkap seperti yang sudah ramai di media, ada bekas (Teman) Ahok bilang semua bohong,” jelasnya. (Ras)

Digiqole ad

Berita Terkait