SBY Sebut Pemilu Curang, Bagaimana Semestinya Kita Bersikap?

 SBY Sebut Pemilu Curang, Bagaimana Semestinya Kita Bersikap?

Baru-baru ini mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan pernyataan yang membuat heboh publik tanah air, secara gamblang SBY menekankan terkait dugaan kecurangan yang akan terjadi pada pemilu 2024.

Sontak pernyataan SBY ini memancing reaksi dari berbagai pihak, dari kalangan politisi hingga masyarakat awam memberikan tanggapan terhadap pernyataan SBY, ada yang mengapresiasi namun tidak sedikit pula yang memandangnya negatif. Pada prinsipnya apa yang disampaikan SBY adalah hal lumrah terutama bila menempatkan SBY sebagai seorang politisi.

Pernyataan itu bisa dimaknai bahwa SBY akan kembali bertindak sebagai pemain dalam pemilu 2024, SBY juga telah menegaskan bahwa ia akan turun gunung pada pemilu 2024. Terlepas dari benar tidaknya pernyataan SBY terkait dugaan kecurangan pada pemilu 2024.

Namun boleh jadi pernyataan itu ibarat kata pengantar saja sebelum masuk dalam kalimat inti yakni bahwa ia akan turun gunung pada pemilu 2024, SBY membutuhkan alasan untuk turun gunung pada pemilu 2024, dan dugaan kecurangan merupakan alasan yang dinilai layak untuk melegitimasi keputusan turun gunung pada pemilu 2024.

Dalam negara demokrasi, pernyataan SBY adalah lumrah, sebagai warga negara SBY tentu punya hak untuk menyampaikan pandangannya terkait dengan hal yang menurutnya perlu ia sikapi. Menyikapi pernyataan SBY sebaiknya dilakukan secara proporsional, tanpa bermaksud melarang.

Sebaiknya SBY tidak perlu serta merta disudutkan karena pernyataan yang dilontarkannya, justru pernyataan itu bisa saja dimaknai dalam kerangka positif, anggap saja pernyataan SBY merupakan peringatan dini bagi semua pihak khususnya kepada penyelenggara pemilu agar bekerja ekstra keras dalam rangka mewujudkan pemilu yang jujur dan bersih, dan usaha itu harus dimulai dari sekarang.

Pada saat yang sama, SBY juga sebaiknya menyertakan argumentasi dan data yang meyakinkan terhadap pernyataannya yang menyinggung dugaan kecurangan pemilu 2024, hal ini penting untuk memastikan bahwa pernyataan yang dikeluarkannya tidak membuka ruang bagi kesalahan tafsir.

Jika SBY tidak menyertakan argumentasi dan data pada pernyataannya maka hal itu memberikan ruang bagi pihak tertentu untuk menyalahartikan pernyataan yang ia buat, bila itu terjadi maka kegaduhan pasti akan terjadi di ruang publik.

Pada dasarnya kita tidak perlu alergi bila ada pihak baik individu maupun kelompok yang menyinggung seputar kecurangan pemilu, diakui atau tidak celah untuk terjadinya potensi kecurangan pemilu selalu muncul dalam setiap perhelatan lima tahunan, tugas kita adalah menutup celah tersebut agar tidak berubah menjadi kenyataan.

Untuk saat ini salah satu celah itu bisa dilihat dari kewenangan mutasi pegawai yang diberikan kepada Pj kepala daerah, padahal dengan kewenangan tersebut akan sangat rawan digunakan oleh Pj kepala daerah untuk kepentingan pemenangan pemilu. Pemilu bukan sekadar hajatan lima tahunan, lebih dari itu pemilu menentukan nasib bangsa. Mari ambil peran untuk memastikan pemilu berkontribusi pada perbaikan nasib bangsa.

Oleh: Zaenal Abidin Riam, Pengamat Kebijakan Publik/Koordinator Presidium Demokrasiana Institute

Digiqole ad

Berita Terkait