Sekolah di SMA ICM Gunung Geulis, Siswa ‘Digaransi’ Lulus di PTN Favorit Loh..

 Sekolah di SMA ICM Gunung Geulis, Siswa ‘Digaransi’ Lulus di PTN Favorit Loh..

Suasana di salah satu sudut sekolah ICM Gunung Geulis, Bogor

Jakarta, LintasParlemen.-com– Insan Cendekia Madani (ICM) yang saat ini teruji dan terbukti dalam mengelola pendidikan anak bangsa kembali membuka cabang baru di kawasan wisata Gunung Geulis, Bogor Jawa Barat.

Dengan pengalaman dan kiprahnya yang dikenal tidak hanya dalam skala nasional tetapi juga Internasional, ICM dalam memenuhi kebutuhan dan minat masyarakat dari sisi pendidikan baik dalam negeri maupun luar negeri, kembali membuka cabang sekolah di Gunung Geulis Bogor pada tahun ajaran 2016/2017 untuk siswa Sekolah menengah Atas (SMA).

Direktur Eksekutif sekolah SMA Islam Terpadu (IT)  Insan Cendekia Madani (ICM), Gunung Geulis, Mudzakkir Djabir mengungkapkan, pendidikan yang diterapkan di ICM Gunung Geulis Bogor salah satu kelebihannya  adalah bagaimana kemudian siswa-siswi lulusan dari ICM Gunung Geulis mampu menembus masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit sesuai peminatan siswanya.

” Pendidikan yang kita lakukan, bagaimana mengantarkan peserta didik kita ke PTN. Memberikan semacam garansi, mengantarkan siswa tembus ke PTN favorit tentunya sesuai dengan peminatan dan potensi kemampuan masing-masing siswa,” ujar Mudzakkir, Ahad (28/2).

Mudzakkir memaparkan, selama berada di kawasan ICM, para guru dan pendamping siswa-siswi ICM Gunung Geulis akan melakukan mapping terkait potensi akademik , minat dan taraf kemampuan setiap siswa, lalu kemudian ke kampus mana mereka bisa masuk sesuai dengan hasil maping yang dilakukan.

“Jadi potensi dan minat siswa-siswi ICM akan terbaca hasilnya lewat mapping yang kita lakukan,” papar Muzakkir.

Mudzakkir mencontohkan, misalnya seorang  pelajar atau siswa-siswi di ICM Gunung Geulis punya keinginan untuk masuk ke jurusan favorit di kampus terfavorit, katakanlah ia punya cita-cita dan keinginan  masuk ke Fakultas Kedokteran di kampus ternama. Maka tugas dari tim manajemen dari ICM lah yang melakukan mapping terlebih dahulu, sehingga akan ketahuan ke kampus mana mestinya pelajar tersebut bisa lulus.

” kita akan arahkan, misalnya masuk ke kampus mana, sesuai dan kapasitasnya karena  maping terhadap siswa tersebut sudah kita lakukan dari awal,” jelasnya.

Selain, melakukan proses mapping terhadap para siswa-siswinya, ICM Gunung Gelius juga melakukan penguatan karakter keislaman terhadap siswanya, dan tentunya juga menanamkan pemahaman kepemimpinan dengan  model leadership yang islami.

“Karakter keislaman misalnya akhlakul karimah para siswa, bagaimana bergaul pada sesama, bagaimana bersosialisasi sampai pada peningkatan potensi leadership para siswa ICM menjadi hal utama yang juga kita perhatikan,” bebernya.

Untuk mendukung penerapan mapping tersebut, ICM juga telah menjalin mitra dan kerjasama kepada lembaga-lembaga  yang memang konsen dan fokus pada pengembangan potensi baik akademik maupun non akademik siswa.

“untuk menopang proses akselerasi kemampuan pelajar. Akan kita terus bangun partnership, sudah dibangun beberapa partnership baik lembaga  maupun pribadi-pribadi yang bisa mendukung pengembangan potensi siswa-siswi di ICM,” tuturnya.

Pengalaman ICM selama ini memang sudah dikenal di berbagai kalangan, kehadiran ICM di Serpong, Tangerang Selatan menjadikan ICM terus mampu mengembangkan kualitas hasil dan output siswa-siswinya. Sistem yang kemudian sudah efektif diberlakukan di ICM serpong menjadi adopsi bagi pengelolaan ICM di Gunung Geulis, tetapi berbagai peningkatan dan pengembangan secara mutakhir dengan konsep yang modern sesuai dengan kebutuhan saat ini, terus dimodifikasi lebih baik.

“Sistem kita banyak dari ICM sebelumnya, tetapi tidak sepenuhnya apa yang berlaku di ICM kita adopsi secara mutlak. Kita melakukan modifikasi berdasarkan, orientasi output yang kita tuju. Kalau di ICM sebelumnya lebih kepada bagaimana melihat dan menggali keunikan siswanya, di ICM Gunung Geulis yang kita gali adalah  fitrah insaniah dari setiap siswa,” bebernya.

Ia menambahkan, jadi jauh lebih fundamental yang ditanamkan ke siswa ICM yaitu bahwa fitrah insaniah yang dimaksud bagaimana  proses manusia kembali kepada fitrahnya sebagai mahluk sosial maupun sebagai khalifah yang punya tanggung jawab kepada Tuhan maupun manusia, bagaimana konstribusi bagi sesama dan semesta.

” Itu yang akan kita eksplore lebih jauh,” jelasnya.

Digiqole ad

Berita Terkait