Sofyan Tan Berharap Perpustakaan Nasional Lakukan Terobosan Baru

 Sofyan Tan Berharap Perpustakaan Nasional Lakukan Terobosan Baru

Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan dari Fraksi PDI Perjuangan

JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan mengatakan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) perlu melakukan terobosan-terobosan baru untuk lebih meyakinkan Bappenas dan Menteri Keuangan. Terobosan tersebut diperlukan guna mendapatkan anggaran lebih banyak, lantaran selama ini anggaran yang diterima Perpusnas masih minim. Salah satu terobosan yang bisa dilakukan, menurutnya, yakni dengan menyediakan fasilitas perpustakaan yang berkaitan dengan usaha perekonomian khas yang ada di setiap daerah.

“Mungkin harus ada terobosan-terobosan baru dijalankan oleh perpusnas. Karena kita lihat bahwa apa yang dilakukan dengan dana yang sedikit, kenapa dikasih sedikit? belum banyak? mungkin belum bisa meyakinkan, baik kepada Bappenas atau kepada Menkeu dalam hal ini. Perlu ada program-program yang ada satu terobosan yang di luar pada berpikir yang linieritas,” kata Sofyan seperti keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (12/1/2023).

Politisi Fraksi Partai PDI-Perjuangan itu memberikan salah satu terobosan yang dapat dilakukan oleh Perpusnas yakni dengan menyediakan fasilitas perpustakaan yang disesuaikan dengan usaha perekonomian khas yang ada di setiap daerah. Hal ini agar dapat membuat masyarakat di daerah tersebut bisa hidup lebih baik lagi secara perekonomian. Misalnya, bila daerah tersebut berkaitan dengan daerah peternakan bebek, Perpusnas dapat sediakan buku yang berkaitan dengan bagaimana cara beternak hingga mengolah hasil peternakan.

“Bagaimana ada sesuatu buku yang bukan hanya tentang piaraan saja tetapi pengolahan terhadap produk tersebut. Kalau selama ini ada pojok digital yang dilakukan oleh Perpusnas, ini ada pojok tentang usaha khas daerah tersebut. Kalau daerah tersebut pertanian, fokusnya di buku-buku yang berkaitan dengan hal itu. Yang datang untuk berbicara tentang hal itu tentu yang ahli di pertanian, misalnya praktisi lebih tepatnya. Kadang-kadang kalau kita menghadirkan akademisi, rakyat biasa itu mencernanya itu agak sulit,” jelas Sofyan.

Sofyan Tan juga menilai di tahun 2023 ini nantinya akan memiliki tantangan-tantangan baru yang berbeda. Sebagaimana yang pernah dikatakan oleh Presiden Joko Widodo berkali-kali bahwa 2023 merupakan tantangan berat karena banyak negara yang sedang antre menjadi pasien IMF. Meskipun Indonesia tergolong negara yang sedang resesi, tapi perekonomian Indonesia melambat.

“Kita bukan tergolong negara yang sedang resesi, tapi melambat perekonomian kita. Karena itu pasti dampaknya kepada sektor ekonomi itu pasti juga tidak kecil. Karena itu terobosan-terobosan Perpusnas selama ini yang mengaitkan dengan gemar membaca dikaitkan dengan masa depan untuk meraih sukses di bidangnya. Ini merupakan satu hal yang menurut saya sangat positif dan perlu diteruskan dan dilakukan,” tutup Legislator dapil Sumatera Utara I itu.

Digiqole ad

Berita Terkait