Sosok Almarhum Letjen TNI (Purn) H Andi Muhammad Ghalib di Mata Sekjen PPP

 Sosok Almarhum Letjen TNI (Purn) H Andi Muhammad Ghalib di Mata Sekjen PPP

Sekjen DPP PPP dan Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani (foto: dpr.go.id)

JAKARTA, LintasParlemen.com – Innalillahiwainnailahirajiun. Adalah Letnan Jenderal TNI (Purn) H Andi Muhammad Ghalib telah tiada. Mantan Bupati Jeneponto dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan itu telah kembali ke Sang Khalid. Bangsa Indonesia, khususnya keluarga besar masyarakat Sulawesi Selatan merasa kehilangan.

Barisan karangan bunga duka cita serta ratusan pelayat dari berbagai instansi dan lembaga tinggi negara hadir memberikan do’a dan ucapan belasungkawa di rumah duka, anggota Komisi I DPR RI itu. Alhamrum tutup usia Senin pagi (09/05/2016) pukul 06.00 WIB setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan.

Tiada kata. Habis kata. Kata tertahan sejenak untuk mengilustrasikan seberapa besar kontribusi almarhum terhadap bangsa ini. Meski media luput memotretnya secara paripurna. Namun, berbagai catatan yang ada dari kerabat dan keluarga tersimpan rapi. Luar biasa ihlasnya, almarhum memang banyak bekerja tanpa banyak melibatkan media seperti yang kerap dilakukan para pejabat di negeri ini.

Banyak catatan penting dari berbagai kalangan terkait Duta Besar Indonesia untuk India itu. Sebagai bentuk cintanya Redaksi LintasParlmen.com terhadap almarhum, ke depannya akan menyajikan tanggapan para tokoh pada mantan Jaksa Agung di era Presiden BJ Habibie itu. Alamarhum, tanggal 03 Juni 2016 genap usia 70 tahun.

Kali ini, kita berhasil mewartai Sekretaris Jendera DPP PPP Arsul Sani. Kepada wartawan LintasParlemen.com, Arsul Sani yang juga anggota Komisi III DPR RI itu mengungkapkan bahwa di PPP saat ini belum menemukan figur yang mendekati sosok karismatik jenderal bintang tiga itu.

“Selain TNI, beliau sangat religious dan penuh dedikasi tinggi terhadap kondisi dan kemajuan umat Islam Indonesia. Beliau mencintai rakyat Indonesia yang mayoritas beragama Islam ini,” ujar Arsul Sani yang juga alumni HMI ini.

Berikut ini wawancaranya:

Selama Anda kenal dengan almarhum pasti banyak catatan penting yang bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat Indonesia. Bisa diceritakan apa saja itu?

Figur beliau (Letnan Jenderal TNI (Purn) Andi Muhammad Ghalib, red) sangat kuat dan berkarakter untuk Indoensia. Beliau dari dunia TNI yang penuh dengan prinsip komando kepada dunia politik sipil yang harus saling mendengarkan. Luar biasanya. Beliau mampu melakukan transpormasi dengan baik dan mampu mencatatkan sejarah besar bagi bangsa ini.

Apa ada keinginan almarhum yang belum diwujudkannya bagi bangsa ini?

Ada, dan itu banyak. Di antaranya penegakan hukum di Indonesia. Di mana saat beliau menjabat sebagai Jaksa Agung, beliau ingin banyak menegakan dan menangani persoalan hukum di Indonesia. Ketika melakukan penegakan hukum di era Presiden BJ Habibie, banyak kasus hukum yang ingin diselesaikan tapi situasi politik saat itu (era transisi 1998-1999, red) tidak memungkinan melakukan proses hukum sebagaimana seharusnya. Sehingga beliau mengatakan, dirinya sudah melakukan usaha atau ikhtiar. Namun akhirnya, beliau harus terima dari proses politik yang ada dan diyakininya sebagai bentuk konsekwensi perjuangan.

Sebagai Sekjen DPP PPP seperti apa sosok almarhum di mata kader partai kabbah di seluruh tanah air?

Almarhum itu menjadi contoh atau suri teladan bagi kita semua yang ada di PPP. Beliau ada pemahaman bagaimana menjadikan Indonesia yang beragama Islam. Bukan beragama Islam yang berada di Indonesia. Nah, dengan posisi sebagai orang Indonesia yang beragama Islam maka beliau bisa menerjemahkan semua ajaran-ajaran keislamannya tanpa kemudian beliau mempertentangkan dengan ke-Indonesiaan itu sendiri seperti sekarang ini banyak paham radikal. Ini patut menjadi pelajaran buat kita semua di era globalisasi yang makin terbuka. Dan pemahaman almarhum ini perlu diterjemahkan kembali menjadi pemahaman aplikasi bagi generasi kita ke depannya.

Almarhum telah tiada, telah dipanggil Pemiliknya. Apa PPP sudah memiliki figur pengganti Letnan Jenderal TNI (Purn) Andi Muhammad Ghalib?

Tentu untuk mencari figur mirip seperti persis dengan almarhum itu tidak ada. Sangat susah. Itu pasti susah karena memperoleh figur seperti Andi Muhammad Ghalib di PPP perlu proses panjang hingga memperoleh sosok seperti beliau. Namun, jika lihat kepengurusan DPP PPP saat ini maka saya menghitung setidaknya ada lima figur yang mendekati perwira tinggi TNI-Polri.

Dari TNI itu ada tiga matra; laut, udara dan darat. Kemudian ada dua dari pihak kepolisian. Kita berharap beliau-beliau itu bisa meneladani almarhum. Bahkan kita harapkan bisa melebihi kontribusi sosok almarhum dengan apa yang telah apa yang diberkan kepada negara ini. (Mahabbahtaein)

 

Berita Terkait