Sudah Minta Maaf! NU Tetap Marah Eko Kuntadhi Sebut Ning Imaz ‘Hidup kok Cuma Mimpi Selangkangan’

 Sudah Minta Maaf! NU Tetap Marah Eko Kuntadhi Sebut Ning Imaz ‘Hidup kok Cuma Mimpi Selangkangan’

JAKARTA – Meski Pegiat media sosial (Medsos) sekaligus Ketua Umum Kornas Ganjarist Eko Kuntadhi sudah minta maaf usai usai menghina pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur Ustadzah Imaz Fatimatuz Zahra (Ning Imaz) di akun Twitter miliknya @ekokuntadhi. Namun, warga NU masih marah dan tetap menyampaikan kekeselannya ke Eko.

Seperti diwartakan sebelumnya, Ning Imaz sempat menjadi bulan-bulan Eko disebut “Tolol tingkat kadal”. Bahkan lebih seremnya lagi, Eko bersama pemilik ‘Hidup kok cuma mimpi selangkangan’.

Sebelumnya, Ning Imaz sudah menolak permintamaafan Eko melalui akun twitternya. Ia bahkan meminta Eko meminta maaf ke Imam Besar Ibnu Katsir dan umat Islam se-Indonesia yang merasa tersakiti.

“Minta maafnya jangan ke saya. ke imam ibnu katsir, ke umat se indonesia yg sakit hati agamanya dihina2,” tulis Ning Imaz di aku Twitternya @ImazzFat.

Dari situ netizen pecah trending di Twitter. Tak hanya netizen yang marah bahkan warga Nahdliyin yang ikut geram seperti yang terekam di sejumlah media.

Berikut potretnya:

Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi menyampaikan bahwa Pengurus PBNU sangat menyayangkan cuitan Eko Kuntadhi ke Ning Imaz. Ia meminta Eko lebih bijaksana lagi bermedia sosial dan tidak mengumbar kebencian di ruang publik.

“Tidak selayaknya seorang pegiat media sosial mengumbar caci makian di ruang publik,. Bila kita tak memiliki argumentasi berbeda, maka ayo silakan buat  narasi yang baik, argumentasi ilmiah supaya dapat saling melengkapi dan menghargai,” ujar Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi, Rabu (14/9/2022).

Ketua Tanfidziyah PWNU DIY KH Dr Ahmad Zuhdi Muhdlor sebut Eko pikirannya hanya mikirnya yang jorok-jorok saja alias ngeres. Apa yang ditulis oleh Eko sebagai gambaran kapasitasnya.

“Yang ada di otak Kunthadi ini ya hanya pikiran jorok atau ngeres saja. Nah Kuntadhi itu kan tidak paham. Apa yang disampaikannya itu tidak etis, dia itu memberikan komentar secara serampangan. Jika dia nya orang Islam tentu tidak selayaknya dia ngomong seperti itu. Soal bidadari banyak dijelaskan secara jelas di Al-Qur’an. Sangat wajar jika Ning lmaz melontarkan pernyataan kaya itu. Sebab, di mana bidadari di Al-Qur’an lebih dipahami sebagai sosok seorang wanita,” jelas KH Zuhdi yang juga UIN Sunan Kalijaga, Rabu (14/9/2022).

Ketua Media Center PWNU Jawa Timur (Jatim) Syukron Dosi  mengaku pihaknya telah menyiapkan langkah hukum soal cuitan Eko yang telah menghina Neng Imaz.

“Dan langkah hukum telah kami siapkan di NU Jatim. Itu sambil kita menunggu lampu hijau dari pengasuh ponpes Lirboyo. Tentunya dari Gus Rifqil dan istri. Tentu dengan catatan bahwa langkah silaturrahim besok tidak dilakukan oleh si Eko (sesuai janji). Maka langkah hukum (selanjutnya) telah kami siapkan. Rencananya besok si Eko Kuntadhi akan sowan ke Gus Rifqil dan istri meminta maaf,” tegas Syukron Dosi, Rabu (14/9/2022).

Bendahara DPW PKB Jatim Fauzan Fuadi malah meminta Ganjar Pranowo lebih berani bertindak pada ‘anak buahnya’ itu dengan memecat Eko Kuntadhi. Bagi Fauzan, perkataan Eko itu sangat terlaluan, melampaui batas.

“Itu memalukan, keterlaluan! Saya ya kalau jadi Ganjar Pranowo, orang seperti itu (Eko Kuntadhi) langsung saya pecat ini. Sangat wajar kalau kaum Nahdliyyin marah. Ingat, santri Lirboyo itu puluhan ribu. ,” tegas Fauzan yang juga Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim ini, Rabu (14/9/2022).

Ketua pimpinan wilayah GP Ansor DKI Jakarta Muhammad Ainul Yakin alhafidz lebih geram lagi apa yang telah dilakukan oleh Eko. Ainul Yakin minta Eko berhati-hati lagi bermedia sosial karena langkahnya itu telah menciderai niat suci para ustadz/ustadzah dalam berceramah agama tanpa pamrih menyampaikan pada umat.

“Kami sangat mengecam dengan menuntut (Edi Kunthadi) minta maaf secara terbuka kepada seluruh umat islam terutama warga NU yang sangat tersinggung dengan ungkapan itu. Ada pepatah arab yang menyebutkan, selamatnya seseorang tergantung pada menjaga lisanya. Terkait masalah ini, menjaga jarinya untuk tidak asal menulis, berkomentar pada hal yang belum kita pahami, khususnya soal keyakinan orang lain apalagi itu soal agama,” tambah Yakin.

Editor: Habib Harsono

Digiqole ad

Berita Terkait