Survei The Republic Institute: Prabowo-Gibran Berpotensi Menang Satu Putaran!

 Survei The Republic Institute: Prabowo-Gibran Berpotensi Menang Satu Putaran!

JAKARTA – Lembaga Survei Republic Institute menyampaikan hasil risetnya Calon Presiden 2024-2029 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka berpeluang menang satu putaran. Di mana tergambar tergambar dari Pilihan masyarakat Indonesia terus mengalami kenaikan terus menerus dari bulan per bulan.

Mayoritas pemilih lebih memilih Prabowo–Gibran dari calon presiden lainnya sebesar 44,1 persen. Angka tersebut terus mengalami kenaikan sejak survei digelar di bulan Juni sebesar (35,3 %) dan September (39,3%).

Sementara dukungan rakyat ke Ganjar Pranowo – Mahfud MD yang ada di urutan ke dua sebesar 27,2 % dengan mengalami penurunan yang tajam dibanding survei di bulan September sebesar (34,9 %). Diurutan paling bawah ada Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sebesar (25,2 %) yang mengalami kenaikan dari survey bulan September sebesar (22,8 %).

“Sementara itu untuk yang belum menentukan sebesar 3,5 persen. Menyimak tren yang terjadi hanya Prabowo baik sendiri maupun setelah berpasangan terus konsisten mengalami kenaikan. Sementara itu Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan sendiri maupun berpasangan masih mengalami fluktuasi dukungan pilihan,” kata Peneliti Utama The Republic Institute Dr. Sufyanto kepada wartawan, Ahad (26/11/2023).

Sufyanto menjelaskan, kengapa dukungan pilihan ke Prabowo-Gibran cenderung terus dijalur tren positif mengalami kenaikan yang konsisten. Sementara itu dukungan pilihan ke pasangan Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin terbaca berdasarkan temuan riset yang mengalami fluktuasi pilihan dukungan dari pemilih.

“Tentu jawabannya bisa dilihat dari solidnya dukungan pemilih dari masing-masing partai pengusung. Terbaca Prabowo-Gibran mayoritas pemilih partaipengusungnya solid memilih siapa Capres-Cawapres yang telah diusungnya, yakni; pertama, pilihan pemilih partai pada pasangan Prabowo-Gibran, dimulai dari dukungan pilihan Partai Gerindra (77,1%); Partai Demokrat (75,2%); Partai Golkar (70,5%); dan PAN (64,9%) ditambah dukungan pilihan dari partai lain. Kedua, pilihan pemilih partai pada pasangan Ganjar-Mahfud, PDIP (79,7%); PPP (56,9%); Hanura (33,3%); dan Perindo (66,7%). Ketiga, pilihan pemilih partai pada pasangan Anies-Muhaimin, Nasdem (67,7%); PKB (63,3%); dan PKS (77,1%),” jelas Sufyanto.

Survei nasional ini dilakukan oleh The Republic Institute pada 3 – 12 November 2023 di 38 provinsi di seluruh Indonesia. Ini merupakan lanjutan dari Survei Nasional yang dilakukan pada Juni dan September lalu. Riset lanjutan ini dilakukan dengan jumlah sample 1.400 sampel awal secara nasional ditambah dengan oversampling pada enam provinsi di pulau Jawa sebesar 400 sampel. Karena Jawa yang diposisikan sebagai medan laga kunci (key battleground), agar didapatkan informasi dan data lebih mendekati kebenarannya.

Dengan demikian, total ada 1.800 orang yang menjadi responden secara nasional. Penambahan Sample ini mengingat sebagian besar jumlah calon pemilih berada di pulau Jawa.

Sampel dipilih secara stratified random sampling, dengan Margin of Error (MoE) sebesar 2,62% dengan analisa pembobotan (weighted analysis) untuk memperoleh hasil yang setara khusus sampel di pulau Jawa. Selain laporan elektabilitas nasional, survei ini juga memetakan proyeksi perolehan suara di enam provinsi di pulau Jawa.

The Republic Institute juga merilis hasil risetnya terkait partai politik yang memenangkan pemilu 2024. PDIP masih teratas. Elektabilitas PDIP tertinggi sebesr (21%), tampaknya mengalami penurunan yang tajam dari survei September yang masih di angka (23,4%) sehingga mengalami penurunan sekitar (2,4%).

Sementara disusul oleh Gerindra (16,7%); Demokrat (11,5%); Golkar (11,4%); PKB (9,5%); PKS (8,6%) Nasdem (7,6%); PAN (4,1%) dan PPP (2,6%), selebihnya partai peserta  pemilu lainnya masih dibawah 1 persen dan yang belum menentukan 5,3%.

Berita Terkait