Tegas! Bawaslu Sebut Kampanye Pemilu 2024 di Kampus Dilarang

 Tegas! Bawaslu Sebut Kampanye Pemilu 2024 di Kampus Dilarang

Logo Bawaslu RI terbaru

JAKARTA – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Rahmat Bagja menyatakan bahwa dirinya hanya menyepakati kampanye di kampus universitas atau perguruan tinggi apabila dilakukan dalam bentuk debat dan bukan kampanye terbuka.

Untuk itu, ia mengingatkan bahwa saat ini secara regulasi kampanye di kampus masih dilarang sehingga apabila dilakukan harus diawali dengan revisi undang-undang yang berkaitan.

“Belum saatnya. Kampanye di kampus masih ada larangan, kalau itu diubah. Kalau jenis kampanye terbuka itu enggak bisa, kalau debat itu masih memungkinkan,” kata Bagja kepada wartawan, Jumat (23/9/2022).

Bagja menyatakan bahwa Bawaslu tidak dalam posisi untuk mengubah atau mengatur regulasi undang-undang terkait kampanye peserta pemilu di kampus. Mengingat hal itu merupakan kewenangan KPU dan harus dibahas dengan DPR RI.

“Silakan kalau mau direvisi untuk hal itu. Oke-oke saja karena aturannya musti jelas, kalau itu dilakukan harus mengubah undang-undang, monggo,” ujarnya.

Bagja menegaskan kembali posisinya bahwa debat menjadi satu-satunya metode kampanye yang secara logis bisa dilakukan oleh peserta pemilu di kampus. Sehingga nantinya forum tersebut bisa menghasilkan sebuah gagasan atau inovasi.

“Kalau kampanye terbuka, teman-teman bisa bayangkan di kampus orang membuat selebaran dan sebagainya, itu jadi persoalan. Tapi kalau ada debat di kampus, itu tempatnya,” ungkapnya.

“Namun, sekarang ada larangan di dalam undang-undang. Oleh sebab itu, silakan revisi undang-undangnya, tapi metodenya hanya metode debat. Tidak ada metode lain. Enggak boleh ada pawai partai di kampus, bisa repot kita, bisa enggak belajar mahasiswa,” tuturnya.

Sejak Juli 2022 wacana tentang kampanye di lingkungan kampus oleh peserta Pemilu 2024 mengemuka setelah Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy’ari mengatakan hal tersebut boleh dilakukan selama memenuhi sejumlah ketentuan.

“Boleh saja. Mahasiswa pemilih, dosen pemilih. Kenapa kampanye di kampus tidak boleh, Mestinya boleh,” kata Hasyim usai menghadiri Sarasehan Kebangsaan di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, pada 19 Juli 2022.

Laporan: Gia

Editor: Adip

Digiqole ad

Berita Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.