Terkait Dukungan Golkar ke Ahok, Sebaiknya Keputusan Diambil di Internal Partai

 Terkait Dukungan Golkar ke Ahok, Sebaiknya Keputusan Diambil di Internal Partai

Bendera Golkar sedang berkibar

JAKARTA, LintasParlemen.com – Sepertinya Basuki Tjahaja (Ahok) makin banyak ‘musuh’ akhir-akhir ini. Setelah mengusir wartawan di Balaikota. Kini DPP Golkar mulai berubah haluan.

Jangan-jangan alasan ‘etika’ atau alasan lain sehingga Dewan Pembina Partai (Wanbin) Golkar ragu mendukung Ahok.

Bahkan pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin menyebutkan, bisa saja hal itu benar adanya.

Ujang mengatakan, keputusan Plt Ketua DPD Golkar DKI Yorrys Raweyai yang ‘mewakili’ Ketum Golkar Setya Novanto mendukung Ahok bakal berbuntut panjang bila tak segera diambil solusi terbaik.

Menurutnya, silang pendapat di internal Partai Golkar bakal menjadi faksi dan bahkan bisa menjadi sisa konflik selama ini yang sebenarnya belum berakhir.

“Harusnya satu suara dalam memutuskan sesuatu dan harus didahului dengan rapat internal agar tidak terjadi silang pendapat. Ini bisa saja muncul konflik baru,” terang Ujang seperti rilis diterima LintasParlemen.com, Jakarta, Sabtu (18/06/2016).

Ujang berharap, Golkar sebagai partai besar tidak layak memutuskan keputusan yang bukan dari hasil rapat. Karena tanpa hasil rapat, legitimasi keputusan itu lemah dan bisa menyulut konflik internal partai.

“Sebagai partai besar, seharusnya sebuah keputusan partai diputuskan berdasarkan mekanisme internal partai. Ya diputuskan secara bersama-sama” ujar Alumni HMI ini.

Bagaimana dengan keputusan DPD Patai Golkar DKI Jakarta yang telah ‘mendeklarasikan’ calon gubernur DKI Basuki Tjahja Purnama atau Ahok?

“Keputusan itu tidak elok lah. Masa DPD Partai Golkar DKI sudah deklarasi mendukung Ahok, sedangkan tidak melalui rapat internal DPP, padahal harus menunggu keputusan DPP dulu,” ujarnya.

Meski demikian, pengamat yang dikenal dekat dengan wartawan ini cukup memaklumi sikap Kepengurusan Partai Golkar DKI Jakarta yang mendukung Ahok.

“Sesuatu yang wajar, karena Ahok memiliki elektabikitas paling tinggi jika dibandingkan dengan calon lainnya. Apalagi yang paling dianggap akan menang di Pilgub 2017 nanti,” terangnya.

“Sepengetahuan saya, surat itu nanti akan disampaikan ke DPP, lalu akan dirumuskan bersama Dewan Pembina,” sambungnya.

Digiqole ad

Berita Terkait