Tradisi Makan Bajamba, Perekat Masyarakat Sawahlunto

 Tradisi Makan Bajamba, Perekat Masyarakat Sawahlunto

SAWAHLUNTO – Anggota DPR RI dari Dapil Sumbar I Hermanto menyebutkan tradisi Makan Bajamba terbukti menjadi perekat semua elemen masyarakat Kota Sawahlunto. Terlebih lagi budaya tersebut dilaksanakan setiap tahun pada tanggal 1 Desember bertepatan dengan HUT Sawahlunto.

“Pejabat pusat hingga kepala desa, para tokoh dan masyarakat berbaur untuk makan bersama pada puncak HUT Kota Sawahlunto ke-135. Semua tampak bergembira. Simbol semua elemen kompak membangun Sawahlunto”, ujar Hermanto dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Sabtu (2/12/2023).

Makan Bajamba, jelas Hermanto, merupakan tradisi makan besar secara bersama-sama. Tradisi ini terbukti berhasil merekatkan semua etnis yang tinggal di Sawahlunto. “Sejarah panjang tambang batubara, mulai abad ke-17 hingga abad ke-20, membuat beragam etnis datang ke Sawahlunto. Kota ini menjadi tempat tinggal dan milik bersama berbagai etnis seperti Minangkabau, Jawa, Batak, Tionghoa, Sunda, dan lainnya”, papar legislator dari FPKS DPR RI ini.

“Keragaman etnis tersebut tidak memicu kerenggangan. Keragaman itu, diantaranya karena tradisi makan bajamba, justru melahirkan keharmonisan pada setiap aspek kehidupan masyarakatnya”, tambah Hermanto.

Tradisi ini diawali dengan kedatangan para perempuan membawa jamba atau nampan berisi berbagai jenis makanan yang dijunjung di atas kepala masing-masing. Begitu tiba, jamba itu diletakkan di atas karpet yang digelar di bawah tenda yang didirikan menutupi hampir semua sisi taman rumah Dinas Walikota Sawahlunto.

Makanan yang dibawa sesuai dengan makanan tradisional dari etnis masing-masing. Di warga etnis Minangkabau membawa makanan tradisional seperti rendang, gulai, dan lainnya. Etnis Jawa menyiapkan tumpengan, jajan pasar, ingkung (ayam yang diolah dengan santan dan bumbu khas), dan semur tahu. Etnis Sunda menghidangkan nasi timbel, sambel terasi dan lalapan, pais tahu, gemblong, tempe tahu bacam, dan rujakan.

Bersama warga lainnya, para perempuan tersebut kemudian duduk berlesehan melingkari jamba atau makanan itu. Acara dihadiri perwakilan sepuluh nagari dari empat kecamatan, seluruh etnis yang ada, satuan kerja perangkat daerah (SKPD), sekolah, lembaga, dan beberapa perusahaan swasta di Sawahlunto bahkan ada yang berasal dari Malaysia. “Masyarakat dari ranah dan rantau serta luar negeri terlihat berbaur dalam acara Makan Bajamba tersebut”, pungkas Hermanto.

Disamping Hermanto, hadir juga Anggota DPR RI Darul Siska, istri Gubernur Sumbar Harneli Bahar, Penjabat Walikota Zefnihan, Kapolres AKBP Purwanto Hari Subekti, Dandim Letkol Reno Handoko dan tokoh setempat Muksin Ferdian.

Berita Terkait