Tragedi Kanjuruhan! Sebagai Suporter Fanatik Persib, Anggota DPR Ini Alami Luka Dalam

 Tragedi Kanjuruhan! Sebagai Suporter Fanatik Persib, Anggota DPR Ini Alami Luka Dalam

BANDUNG – Sangat wajar jika suporter fanatik Persib Bandung yang juga Anggota Komisi X DPR RI Sodik Mudjahid sangat berduka dengan tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) lalu. Pasalnya, dari fakta yang ada tindakan aparat kepolisian bertindak di luar nalar.

Seperti pengalaman Sodik selama menonton Persib Bandung, ia merasakan bahwa menjadi suporter dari dulu, sejak bersama ayahnya hingga kini bersama anak dan cucu tetap nonton bola sebuah hiburan. Selama Sodik menjadi suporter tidak ada kejadian yang mencekam seperti yang terjadi di stadion Kanjuruhan.

“Di sana saya berbaur dan menyaksikan masyarakat kelas bawah, yang benar-benar terhibur dan menikmati pertandingan bola sebagai media hiburan sesaat dari masalah dan kesulitan hidup yang sedang mereka hadapi,” cerita Sodik pada Lintas Parlemen, Selasa (4/10/2022).

Politisi Partai Gerindra ini menyayangkan adanya sikap represif aparat kepolisian pada suporter Aremania. Baginya, tidak sepantasnya bagi aparat kepolisian melakukan hal itu di tengah banyaknya suporter anak-anak dan wanita dengan semprotan gas air mata.

“Mereka berperilaku dan berekpresi macam macam yang lucu lucu: joget, tari, nyanyi, teriak, melucu, bagi-bagi mamin (makanan dan minuman) dan tindakan-tindakan persahabat lainnya,” ujar Sodik.

Sodik mengaku sedih, bahkan mengalami luka mendalam sesama suporter pecinta sepak bola di tanah air usai mendengarkan tragedi Kanjuruhan. Ia meminta kejadian serupa tak boleh lagi terjadi di tanah air.

“Pengalaman ini mungkin yang mbuat saya terbawa kesedihan yang cukup mendalam dengan tragedi bola di stadion Kanjuruhan, Malang,” terang Sodik.

Mantan aktivis HMI dan PII ini meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan para korban tragedi tesebut. Ketua Yayasan Darul Hikam Bandung ini berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran besar dan pihak aparat yang terlibat harus diberi hukuman yang setimpal.

“Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di akhirat, kelurga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan jadi pelajaran untuk PSSI dan Fans Club untuk move on hijrah perbaiki diri,” tutupnya.

Laporan: Ade

Editor: Habib Harsono

Digiqole ad

Berita Terkait