Unisma dan Kampus Pertiwi Segera Lakukan Kolaborasi, Ini Bentuknya…

 Unisma dan Kampus Pertiwi Segera Lakukan Kolaborasi, Ini Bentuknya…

Rektor Unisma DR hermanto (kiri; duduk depan) Ketua YPPG DR Suharsono, MM, MPd (tengah batik coklat)

JAKARTA – Universitas Islam 45 Bekasi (Unisma Bekasi) bersama Kampus Pertiwi (STIE, STBA, AKPAR) atau cikal bakal Universitas Pertiwi (Unperti) berencana melakukan kolaborasi untuk meningkatkan kualitas dunia pendidikan di Indonesia. Kedua lembaga perguruan tinggi itu sama-sama berkomitmen akan berkontribusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kita bisa berkolabirasi dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu: pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat,” kata Rektor Unisma DR Hermanto usai menghadiri prosesi wisuda Kampus Pertiwi di Krakatau Gand Ballroom, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur Rabu (23/3/2022).

Menurut Hermanto, program Merdeka Belajar- Kampus Merdeka atau lebih dikenalĀ  dengan sebutan MBKM yang dibuat oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim bisa diimplementasikan dalam melakukan kolaborasi dengan kampus lainnya.

Hermanto menjelaskan, tak hanya pada program MBKM saja tapi perguruan tinggi bisa berkolaborasi di bidang lain. Ia mengutip Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 3 Tahun 2020 soal Standar Nasional Pendidikan Tinggi, wabil khusus di pasal 18 dan 15 disebutkan bahwa tujuan lembaga pendidikan untuk menjawab tantangan zaman agar lulusan sesuai kebutuhan menghadapi industri 4.0.

“Pada kerja sama atau kolaborasi dengan pihak perguruan tinggi lainyna, dunia pendidikan kita bisa mengimplemantasi MBKM dalam pelaksanaaan kurikulum, termasuk penelitian. Juga pada KKN tematik bersama, juga penulisan jurnal ilmiah, seminar, lokakarya dan banyak lagi yang bisa dilakukan dalam bentuk kerja sama dengan perguruan tinggi lainnya,” terang Hermanto.

Bagi Hermanto, kerja sama antar perguruan tinggi bisa meningkatkan kualitas atau reputasi kedua kampus tersebut. Mengingat, kedua perguruan tinggi tersebut bisa saling melengkapi serta menguatkan untuk meningkatkan mutu SDM di negeri ini.

“Kita juga bisa kerja sama dalam bentuk pengabdian pada masyarakat, desa binaan, pembinaan UMKM.
Kolaborasi dan sinergi ini akan meningkatkan reputasi kualitas SDM kedua belah pihak. Sehingga perlu meningkatkan kemampuan menulis ilmiah para dosen pada jurnal ilmiah,” terangnya.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan tantangan perguruan tinggi di masa akan datang. Baginya, perguruan tinggi ke depan perlu lebih banyak terlibat di masyarakat. Tak hanya itu, tantangan lain seperti perlunya melakukan pembinaan pada organisasi mahasiswa, kewirausahaan yang didasari pada konsep pendidikan karakter.

“Oh iya, kita di kampus perlu melakukan abdi masyarakat. Termasuk juga pada melakukan pembinaan organisasi mahasiswa, dan kewirauasaan, tentu didasari oleh pendidikan karakter,” ucapnya.

Digiqole ad

Berita Terkait