Usai Disebut Diretas, Dave Laksono: Sistem Data Pemilihan Umum dan Proses Perhitungan Suara Masih Aman

 Usai Disebut Diretas, Dave Laksono: Sistem Data Pemilihan Umum dan Proses Perhitungan Suara Masih Aman

JAKARTA –  Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono menyebut bahwa sistem Pemilu Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih aman dan terkendali. Menurut Dave, apa yang diklaim oleh peretas tidak benar alias masih aman sistem pengamanan pemilu milik KPU.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu seorang peretas dengan nama anonim “Jimbo” mengeklaim telah meretas situs kpu.go.id dan berhasil mendapatkan Data Pemilih Tetap (DPT) dari situs tersebut. “Jimbo” membagikan 500.000 data contoh yang berhasil diperolehnya melalui salah satu unggahan di situs BreachForums yang kerap digunakan untuk jual beli hasil peretasan. Menanggapi itu,

“Muncul kasus baru yang masih diduga terjadi kebocoran. Tetapi dari sejumlah pengakuan dan juga hasil laporan yang kami terima sejauh ini, sistem pemilihan umum dan juga proses perhitungan itu masih dalam kondisi aman. Tidak diganggu oleh pihak-pihak mana pun,” kata Dave kepada wartawan, Kamis (30/11/2023) seperti dikutip situs DPR RI.

Meski demikian, Dave mengatakan Komisi I DPR RI telah meminta pengawasan dan penyelidikan sebaran data yang diduga bocor tersebut.

“Kami akan terus meminta baik Kominfo, aparat lembaga intelijen seperti BIN, dan juga kepolisian, khususnya mereka yang menangani bidang digitalisasi, untuk melakukan pengawasan yang melekat dan memastikan tidak ada luasan atau pembobolan akan sistem KPU,” ujar Dave.

Lebih lanjut Dave menilai kondisi ini menjadi pelajaran bagi KPU untuk memastikan keamanan data masyarakat. Dave sampaikan bahwa data yang bocor oleh akun “jimbo” bukanlah data warga yang sensitif. Pun, data di sistem KPU sejauh ini masih terbilang aman.

“Penjelasan yang sekarang sudah diberikan, bahwa data yang tercuri itu bukan data-data sensitif. Namun ini menjadi suatu pelajaran untuk KPU lebih teliti dan melakukan koordinasi lebih intens kepada seluruh lembaga dan instansi terkait, guna memastikan data yang kita berikan itu tersimpan dengan baik,” pungkas Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Berita Terkait