Usai Tak Ambil Gaji, Anwar Ibrahim Potong Gaji Para Menteri untuk Pemulihan Ekonomi Malaysia

 Usai Tak Ambil Gaji, Anwar Ibrahim Potong Gaji Para Menteri untuk Pemulihan Ekonomi Malaysia

PM Malaysia Anwar Ibrahim (kanan) duduk bersebelahan dengan kedua Wakil PM, Ahmad Zahid Hamidi (tengah) dan Fadillah Yusof (kiri) saat pelantikan kabinet di Istana Negara pada Sabtu (3/12) lalu. (Foto: detik)

JAKARTA – Demi mempercepat pemulihan ekonomi Malaysia Anwar Ibrahim yang baru dilantik menjadi Perdana Menteri (PM) menolak menerima gaji. Anwar Ibrahim ingin fokus dan prioritas memulihkan perekonomian Malaysia.

Bahkan Anwar fokus ingin memenuhi janjinya dengan tidak akan menerima gaji sebagai perdana menteri Malaysia. Ia ingin fokus bekerja mengembalikan kepercayaan rakyat pada pemerintah yang ada di era sulit ini.

“Karena itu pula, saya telah memilih dan menolak gaji saya sendiri sebagai perdana menteri,” kata Anwar Ibrahim pada wartawan saat jumpa pers usai dilantik menjadi PM Malaysia, Jumat (25/11/2022) kemarin.

Sebagai informasi, Anwar menjadi perdana menteri ke-10 Malaysia hari Kamis (24/11/2022) kemarin. Ia diangkat usai diambil sumpah jabatan di depan Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah.

Kebijakan Anwar menolak gaji sebagai haknya karena ingin fokus bekerja memulikan situasi ekonomi dalam negeri. Ia ingin agar seluruh potensi yang ada di Malaysia bersatu untuk memulikan ekonomi di Malaysia.

Kini Anwar Ibrahim mengumumkan pemotongan gaji para menteri sebesar 20 persen. Keputusan itu berjalan hngga negara tersebut mencapai pemulihan ekonomi.

Dilansir media Malaysia, The Star, Senin (5/12/2022), para menteri Kabinet Malaysia telah menyetujui pemotongan gaji tersebut. Anwar mengatakan ini adalah bagian dari sikap mereka dalam mengakui masa-masa sulit yang dihadapi oleh banyak orang saat ini.

“Pemotongan gaji akan dilakukan selama Malaysia terus pulih secara ekonomi,” tutur  Anwar.

“Ini menunjukkan bahwa para menteri juga peduli terhadap hajat hidup orang banyak,” katanya kepada pers.

Anwar menjelaskan pemotongan gaji hanya bisa berkisar antara tiga sampai lima tahun. Dia mengatakan semua itu tergantung situasi.

Anwar pun mengklarifikasi bahwa dirinya juga tidak akan mengambil gaji apapun sebagai Menteri Keuangan karena hanya ada satu gaji yang diberikan kepada seorang menteri.

Anwar mengatakan hal tersebut untuk menanggapi kalangan tertentu yang menyebut dirinya tetap akan mendapat gaji sebagai Menteri Keuangan meski gaji untuk jabatan perdana menteri ditolaknya.

“Ini tidak benar, hanya ada satu gaji,” katanya.

 

 

Digiqole ad

Berita Terkait