Ustadz Millenial, Poligami dan Perempuan Salehah (Bagian 1)

Ustadz Millenial, Poligami dan Perempuan Salehah (Bagian 1)

SHARE
Ulama zaman old dan zaman now (foto ilustrasi: Ade Armando)

Oleh: Mamang M Haerudin (Aa), Pesantren Bersama Al-Insaaniyyah

Zaman ini zaman media sosial. Segala hal bisa cepat viral. Adalah para ustadz millenial (eksklusif-kanan) yang viral di media sosial. Namanya juga ustadz millenial, ia masih muda, gaul, sesuai dengan zaman kiwari dan ngepop.

Meskipun sebetulnya kalau ditelusuri, isi materi ceramahnya biasa saja, tetapi mereka punya kemampuan mengemas penyampaian, mereka punya kemampuan public speaking yang mudah dipahami dan menghipnotis jemaah.

Sebetulnya para ustadz millenial itu jumlahnya akan sangat banyak, tetapi hanya sebagian saja yang mampu menemukan momentum viral, bisa jadi karena disetting atau juga karena hoki.

Seperti yang belum lama ini viral, beberapa ustadz millenial berhasil mempengaruhi warganet di media sosial (dunia maya) sampai dunia nyata. Untaian nasihat agama, baik dalam bentuk tulisan maupun video pendek, begitu cepat viral, sebab gaya penyampaiannya begitu mudah dipahami.

Berikut beberapa tema atau bahasan para ustadz millenial yang begitu mudah viral, yakni tema-tema seputar hijrah (gaya bicara kearab-araban, pakaian cadar, gamis, termasuk jenggot, jidat hitam dll), poligami (pelatihan poligami), perempuan salehah (perempuan salehah berberat badan 55 kg, menjadi perempuan yang rumahan/tidak bekerja, dll), keutamaan sedekah, menikah dini, menghafal Al-Qur’an, dlsj.

Soal poligami misalnya. Para ustadz millenial (eksklusif-kanan) dan para ustadz senior panutan serupanya, sama-sama menafsirkan dan memahami bahwa poligami itu sunah Nabi saw. Bahkan mereka berani menegaskan bahwa poligami tidak perlu meminta izin dari istri pertama.

Poligami pun dilakukan dengan istri kedua, ketiga dan keempat yang lebih cantik, kaya dan muda. Setali tiga uang dengan poligami, para ustadz pro poligami ini, salah satu tujuan berikutnya adalah memperbanyak anak, dengan alasan mencetak jundullah (tentara Allah), agar kuantitas umat Muslim semakin banyak lagi dalam melawan kezaliman orang-orang kafir.

Baca juga :   Ini Hasil Pembahasan Pertemuan Pimpinan DPR dengan Rombongan Habib Rizieq di Gedung DPR RI

Bahkan dewasa ini, poligami yang mereka anggap sunah Nabi saw., itu dikomersilkan, dibuat pelatihan dan trik-triknya, dengan biaya pelatihan yang mahal. Pelatihan poligami ini tidak lain bertujuan untuk meluluhkan hati istri pertama agar tidak berdaya, sampai akhirnya memenuhi ambisi suaminya untuk memiliki tiga tambahan istri lainnya.

Dan kerelaan seorang istri ini dijadikan modus oleh para suami pro poligami sebagai salah satu ciri perempuan salehah yang balasannya adalah surga. Termasuk dalam kategori perempuan salehah adalah yang–menurut sang ustadz milenial (eksklusif-kanan) tersebut–berberat badan 55 kg. Ia menisbahkan 55 kg itu atas suatu hadis yang berkaitan dengan Siti Asiyah. Pemaknaaan dan pemahamannya ngeri kan Bro dan Sis?

Wallaahu a’lam

 

Facebook Comments