Viva Yoga hingga Totok Daryanto Disebut-sebut Figur Gantikan Taufik Kurniawan Sebagai Wakil...

Viva Yoga hingga Totok Daryanto Disebut-sebut Figur Gantikan Taufik Kurniawan Sebagai Wakil Ketua DPR

SHARE
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PAN Viva Yoga Mauladi

JAKARTA – KPK telah menetapkaln status hukum Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi PAN periode 2014-2019 Taufik Kurniawan menyusul dicegahnya berpergian ke luar negeri. Taufik didakwa dalam kasus dugaan suap.

Pertanyaan selanjutnya, siapa kader PAN yang layak menggantikan Taufik sebagai pimpinan DPR? Sejumlah nama sudah mulai bermunculan di internal PAN. Mulai Viva Yoga, Totok Daryanto, Teguh Juwarno, Hafidzs Tohir, Ali Taher, hingga Hanafi Rais.

Sebelumnya, Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengatakan partainya akan menggelar rapat untuk membahas status tersangka Taufik Kurniawan tersebut.

“DPP akan menggelar rapat tapi waktunya saya belum bisa jawab,” kata Yandri Susanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (31/10/2018) kemarin seperti dikutip oleh tribun.

Yandri mengatakan posisi Wakil Ketua DPR yang dijabat Taufik akan diganti. Itu berdasarkan prosedur tetap (protep) partainya yang berlaku bagi kader PAN di tingkat pusat hingga daerah.

“Oleh karena itu, pesan bang Zulkifli dan pak Sekjen, posisi mas Taufik Kurniawan akan kita evaluasi di pimpinan DPR,” kata Yandri Susanto.

Saat disinggung soal pengganti Taufik sebagai Wakil Ketua DPR, Yandri mengaku belum mengetahuinya. Sebab itu, menurutnya, akan dirapatkan terlebih dahulu oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN.

“Kalau itu kan perlu diputuskan di tingkat DPP, karena menyangkut pimpinan-siapa orangnya-kapan, saya belum bisa jawab,” kata Yandri Susanto.

Kembali ke kasus Taufik, oleh penyidik, Taufik Kurniawan diduga menerima hadiah atau janji terkait dengan perolehan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada perubahan APBN Tahun Anggaran 2016.

Atas perbuatannya, Taufik disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang No 31 tahun 199c tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001.

Baca juga :   PKS: Final Lomba Baca Teks Proklamasi Mirip Suara Soekarno 2017

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan penetapan tersangka pada Taufik Kurniawan dan Cipto Waluyo Ketua DPRD Kab Kebumen periode 2014-2019 merupakan pengembangan dari dua perkara terkait pembahasan ‎dan pengesahan anggaran APBD dan APBD-P Kab Kebumen periode 2015-2016 dan pokok pikiran DPRD Kebumen serta DAK Kab Kebumen tahun 2016.

“KPK telah menemukan bukti permulaan yang cukup untuk meningkatkan status penanganan perkara ini ke penyidikan sejalan dengan penetapan para pihak sebagai tersangka‎,” kata Basaria, Selasa (30/11/2018) di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Di mana sebelumnya, perkara ini diawali dari Operasi Tangkap Tangan pada 15 Oktober 2016 yang melibatkan satu anggota DPRD dan satu ‎PNS di Dinas Pariwisata Kebumen dengan barang bukti Rp 70 juta.

Dalam proses penanganan perkara ini, ditemukan sejumlah bukti yang kuat sehingga KPK memproses 9 orang lagi dari unsur Bupati Kebumen, Sekda, anggota DPRD, swasta serta menetapkan satu korporasi yang diduga terafiliasi dengan bupati dalam dugaan tindak pidana pencucian uang.

“Dalam perkara ini, kami melihat korupsi terjadi secara sistematis yaitu dugaan alokasi anggaran untuk Pemkab Kebumen melalui APBN Perubahan Tahun 2016, fee proyek yang didapatkan bupati, aliran dana pada DPRD untuk pembahasan anggaran, penggunaan bendera perusahaan tertentu dalam pelaksanaan proyek ‎hingga pencucian uang,” terang Basaria. (H3)

Facebook Comments