Wacana Ketum Golkar dari Kaum Muda Makin Menguat

 Wacana Ketum Golkar dari Kaum Muda Makin Menguat

Jakarta, LintasParlemen.com– Menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (MunasluB) Partai Golkar, tensi politik dan diskursus tentang siapa yang berpotensi dan mampu membawa partai beringin ini menjadi lebih baik terus mengemuka ke publik.

Dalam acara diskusi yang di gelar di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta, Minggu (21/2/2015) dengan tema diskusi “Mau Kemana Golkar?” mengemuka tentang wacana mengusung calon ketua umum partai Golkar kedepan berasal dari kalangan muda

Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Meutya Hafid mengungkapkan, selama ini partai Golkar dikenal sebagai partai yang paling demokratis dibanding partai yang lain.

“Tentunya kedepan Golkar diharapkan tetap demokratis. Sehingga lewat demokratisasi akan membuka ruang dan kesempatan bagi golongan muda di Partai Golkar untuk ikut berpartisipasi sebagai calon Ketua Umum,” kata Meutya.

Meutya mewacanakan, mestinya kedepan konsep dan tema Golkar baru harus diwacanakan dan diangkat di tengah perseteruan dua kubu selama ini.

“Kedepan Golkar harus modern, Golkar harus re-branding. Lewat Munaslub nantinya saya kira menjadi momentum untuk re-branding, mereorganisasi kembali partai Golkar,” katanya.

Kedepan, lanjut Meutya, golkar baru diharapkan kembali dekat dengan masyarakat dan mampu diterima oleh masyarakat. Golkar baru atau partai Golkar modern bukan berarti orang yang punya mobil baru dan gadget baru.

“Modern ketika dia bisa menjawab kondisi dan tantangan kekinian. Munas harus berkualitas. Penuh dengan perdebatan ide dan gagasan, bukan dengan transaksional semata. Sehingga membuka ruang bagi anak-anak muda di partai Golkar untuk ikut maju sebagai Ketua Umum,” tuturnya.

Demokratis yang dimaksud oleh Meutya Hafid adalah dalam Munaslub nanti melibatkan DPD seluruh daerah dan tidak boleh ada intimidasi lagi, terbuka, transparansi dengan dilihat langsung oleh publik.

“Tentunya harapan keterlibatan anak-anak muda kita dorong untuk melakukan perbaikan di internal Golkar. Paling tidak menjadi jembatan komunikasi antara kaum muda partai Golkar dengan para senior di Golkar,” jelasnya.

Digiqole ad

Berita Terkait