‘Wanita Emas’ Anak Politisi PDIP Tersangka Korupsi Sempat Pura-pura Sakit

 ‘Wanita Emas’ Anak Politisi PDIP Tersangka Korupsi Sempat Pura-pura Sakit

JAKARTA – Hasnaeni Moein yang biasa dikenal luas masyarakat dengan sebutan ‘Wanita Emas’ telah ditetapkan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai tersangka kasus dugaan penyelewengan dana anak usaha PT Waskita Beton Precast (WBP) yang digunakan untuk keperluan pribadi di tahun 2016 hingga 2020.

Usut punya usut, Wanita Emas adalah anak mantan politisi senior PDI Perjuangan Max Moein. Sebagai informasi, Max Moein pernah kena kasus korupsi juga dan kasus foto vulgar di masa lalu sebelum pensiun.

Sama dengan sang ayah, Wanita Emas juga terjung ke dunia politik. Bedanya, Max Moein pernah menjabat sebagai Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDIP yang pernah dipecat karena tersangkut foto mesra. Max Moein meninggal dunia di tahun 2019 lalu.

Kembali ke Wanita Emas, ia sebagai Direktur Utama PT Misi Mulia Metrikal (MMM) sebagai tersangka bersamaan eks Direktur Utama PT WBP Jarot Subana, eks General Manajer PT WBP Kristadi Juli Hardjanto.

Sesuai infomasi dari Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Kuntadi, Wanita Emas sebagai tersangka berperan sebagai penawar pekerjaan pembangunan Tol Semarang-Demak kepada WBP.

Namun, Wanita Emas meminta agar PT WBP terlebih membayarkan terlebih dahulu sejumlah uang kepada PT MMM untuk penanaman modal sebagai dalih korupsinya. Kini, wanita emas sudah masuk penjara atas perbuayannya melakukan tindakan korupsi.

Kuntadi menyebut Wanita Emas sempat berpura-pura dirinya sakit untuk dirawat di rumah sakit. Ceritanya, kata Kuntadi, ‘Wanita Emas’ mendatangi rumah sakit agar bisa dirawat, tapi bersangkutan dalam keadaan sehat wal afiat.

“Semalam bersangkutan datang ke Rumah Sakit MMC meminta dirawat, karena bersangkutan sehat-sehat saja dan kita bisa dihadirkan di kejaksaan. Setelah pihak dokter mengatakan Hasnaeni sehat, langsung dibawa ke Kejaksaan Agung,” ujar Kuntadi pada wartawan, Jakarta Selatan, Jumat (22/9/2022).

Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana menyampaikan, pihak dari RS sangat kooperatif selama proses pemeriksaan kesehatan Wanita Emas dan dinyatakan sehat. Ketut juga menjelaskan ke wartawan, Hasnaeni sudah dipanggil penyidik, tapi bersangkutan tak kooperatif, sehingga dilakukan penjemputan seperti yang viral di media sosial.

“Bersangkutan ini kan telah beberapa dilakukan proses pemanggilan tapi tidak kooperatif, sehingga dari pihak penyidik langsung melakukan penjemputan paksa pada bersangkutan,” ujar Ketut.

Laporan: Aidil Muhammad

Editor: Habib Harsono

 

 

Digiqole ad

Berita Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.