WNI yang Bekerja sebagai Perawat dan Bidan di Luar Negeri Perlu Sertifikat Standar Internasional

 WNI yang Bekerja sebagai Perawat dan Bidan di Luar Negeri Perlu Sertifikat Standar Internasional

JAKARTA – Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Firman Soebagyo (FS) cukup prihatin melihat kondisi perawat dan bidan lulusan dalam negeri yang bekerja di sejumlah negara dengan gaji yang sangat kecil.

Untuk itu, Firman meminta pemerintah memberikan pelatihan khusus untuk memperoleh sertifikasi internasional bagi perawat dan bidan tersebut. Menurut Firman, dengan sertifikat tersebut mereka bisa mendapatkan gaji yang lebih layak yang bekerja sebagai bidan dan perawat di luar negeri.

“Sertifikat itu diperuntukkan buat perawat dan bidan yang bekerja dengan gaji standar sebagai tenaga imigran biasa di luar negeri. Padahal, mereka ini punya kemampuan di khusus yang sejajar dengan profesi serupa di negara lainnya. Dengan sertifikat itu, Insya Alloh gaji mereka sesuai standar internasional,” kata Firman seperti rilis yang diterima Lintas Parlemen, Jakarta, Rabu (4/10/2022).

Politisi asal Dapil Jawa Tengah III ini mengaku, hal tersebut pernah disampaikan pada rapat dengar pendapat umum (RDPU) bersama Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) saat proses penyusunan RUU Kesehatan di ruang rapat Baleg, Nusantara I, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (3/10/2022) kemarin.

Pada kesempatan  rapat itu, Firman menyampaikan kemampuan SDM yang dimiliki masyarakat Indonesia di luar negeri termasuk yang bekerja di bidang keperawatan dan kebidanan sangat luar biasa. Sejatinya, para perawat dan bidan mendapatkan gaji yang sesuai dengan standar internasional.

“Sebenarnya, kan kita punya kualitas SDM yang cerdas, pintar-pintar. Ini yang ingin saya sampaikan pada pemerintah untuk memberikan sertifikat internasional pada mereka yang bekerja sebagai bidan dan perawat di negara orang. Yang nantinya, para perawat serta tenaga kesehatan yang berkerja di luar negeri ini bisa memperoleh gaji berstandar internasional,” jelasnya.

Firman menyayangkan pemerintah belum memberikan apresiasi yang terbaik bagi rakyatnya yang berprofesi sebagai perawat dan bidan di luar negeri. Padahal, negara sahabat lainnya telah melakukan hal tersebut untuk kemajuan masyarakatnya yang bekerja di luar negeri.

“Pernah saya berkunjung ke Arab Saudi, saya melihat banyak pekerja yang berprofesi bidan dan perawat masih diberi gaji oleh majikannya masih standar sebagai TKW. Beda dengan perawat dan bidan kita di Filipina, para pekerja Indonesia di sana bergaji standar internasional,” terang Firman.

Alasan itu pula, Firman memuji langkah inisiatif DPR RI karena melakukan penyempurnaan pada RUU Kesehatan. Bagi Firman, UU tersebut masih memerlukan penyempurnaan. Ia pun meminta, PPNI, IBI, IAKMI serta IAI memberi masukan terkait penyempurnaan UU tersebut.

Laporan: Rengga

Editor: Habib Harsono

Digiqole ad

Berita Terkait