Indonesia Juara, tapi Merah Putih Tak Berkibar
Tim bulutangkis beregu putera Indonesia baru saja mengukir sejarah dengan menyabet gelar juara piala Thomas, even bulutangkis terbesar sekaligus paling bergengsi di dunia. Kemenangan Indonesia adalah pencapaian spesial yang patut disyukuri, pencapaian ini mengakhiri puasa gelar Indonesia untuk piala thomas, terakhir kali Indonesia menjuarai piala thomas 19 tahun lalu.
Atlet bulutangkis yang masuk dalam skuad piala thomas kali ini akan tercatat sebagai pahlawan, mereka berhasil membuat tegak kepala Indonesia di mata internasional, kemenangan di partai final semakin sempurna karena lawan yang dibantai adalah China, dengan skor sangat meyakinkan 3-0.
Sayangnya kemenangan Indonesia di piala thomas tidak diiringi dengan pengibaran merah putih, hal itu terjadi karena saat ini Indonesia mendapat sanksi dari Badan Antidoping Dunia (WADA). Indonesia dinilai tidak mematuhi prosedur antidoping, khususnya terkait program test doping plan (TDP).
Sanksi berupa larangan pengibaran bendera merah putih di ajang olahraga level internasional tentu sangat merugikan Indonesia, bukan hanya atlet yang dirugikan tapi masyarakat Indonesia secara umum dirugikan.
Merah putih bukan sekadar warna, ia adalah simbol yang mewakili kebanggaan kita sebagai sebuah bangsa, tentu kebanggaan itu selalu kita ingin perlihatkan kepada negara lain untuk menunjukkan superioritas kita, terlebih saat kita berhasil menjadi juara, tak sempurna rasanya gelar juara tanpa mengibarkan merah putih, ada mebanggaan yang hilang.
Pemerintah sebaiknya segera mengambil tindakan menyelesaikan masalah ini, kita pasti tidak ingin dicap sebagai negara yang tidak patuh dalam penerapan antidoping untuk waktu yang lama, LADI beserta lembaga terkait tidak boleh membiarkan masalah ini berlarut-larut, tuntaskan! sejarah dimana kita juara tanpa merah putih tidak perlu terulang lagi. Kepada atlet bulutangkis piala thomas, kami tetap bangga pada kalian.
Zaenal Abidin Riam