Pimpinan Sidang Tetap Kongres GMNI: Badan Pekerja Kongres Dan Panitia Lokal Jangan Lepas Tangan
BANDUNG – Kongres XXII GMNI, telah mamasuki hari ke-10, pasca dibuka pada 15 Juli 2025. Helatan forum tertinggi organisasi yang dijadwalkan hanya berlangsung selama 4 hari yakni hingga tanggal 18 Juli 2025 tersebut, sudah molor selama 6 hari. Tertundanya tahapan Kongres XXII GMNI tersebut, terjadi akibat dikuncinya ruang sidang yang bertempat di Gedung Merdeka, Bandung. Ketiadaan informasi terkait kapan sidang-sidang dapat dilanjutkan, berpindah-pindahnya akomodasi delegasi dan keterlambatan konsumsi, menjadi kendala-kendala teknis yang mewarnai berjalannya kongres.
Didepan arena kongres, terpantau spanduk protes dan peringatan yang dibuat oleh para delegasi dari DPC dan DPD seluruh Indonesia yang menuntut Badan Pekerja Kongres untuk segera membuka ruang persidangan.
Salah satu delegasi sekaligus Ketua Cabang DPC GMNI Serang mengatakan, “kami menuntut Badan Pekerja Kongres untuk segera membuka ruang persidangan. Kita sudah pending 3 hari dan kepastian kongres semakin tidak jelas.”
Ketua Pimpinan Sidang Tetap Kongres XXII GMNI sekaligus Ketua Bidang Hukum & HAM DPD GMNI Maluku Utara, Cristovan Loloh menjelaskan bahwa kondisi psikologis dan kesehatan rekan-rekan delegasi DPC dan DPD yang hadir di Kota Bandung akan menjadi korban. “Badan Pekerja Kongres jangan lepas tangan. Kita sudah hari ke-10 ada di Bandung. Kita juga harus memperhatikan kondisi psikologis dan kesehatan Kawan-kawan. Harusnya kita sudah bisa masuk ke sidang-sidang komisi dan itu butuh 3 ruangan. Apakah Gedung Merdeka representatif untuk menyelenggarakannya?”
Sebagaimana diketahui, sidang-sidang komisi organisasi, komisi politik, serta komisi kaderisasi dan program, perlu diselenggarakan ditempat khusus sehingga para delegasi dapat menuangkan pemikiran terbaiknya, bagi berjalannya organisasi GMNI secara nasional kedepan.
“Harusnya Badan Pekerja Kongres dan Panitia Lokal sudah menyiapkan ruangan khusus untuk sidang-sidang komisi. Gedung Merdeka itu tidak representatif. Mau digimanain kalau pakai gedung Merdeka? Sekat-sekat? Nggak mungkin bisa disekat2 saja, itu suara antar rapat pasti tercampur dan bikin rapat nggak kondusif,” kata Endang, Ketua DPC GMNI Kabupaten Tengerang sekaligus sekretaris Pimpinan Sidang Tetap Kongres XXII GMNI.
Saat Delegasi mendatangi Gedung Merdeka, terpantau pagar gedung tertutup rapat dan digembok. Petugas keamanan berseragam cokelat tua yang enggan disebutkan namanya, ketika ditanya oleh Delegasi mengatakan, belum ada konfirmasi lebih lanjut dari panitia, perihal kapan kegiatan Kongres XXII GMNI di Gedung Merdeka akan dilanjutkan, “Belum ada konfirmasi lebih lanjut”, jawabnya singkat.