Menteri HAM Natalius Pigai Beberkan Bukti Presiden Prabowo Sangat Cinta Rakyat Papua: Dana Otsus Dikembalikan dengan Nilai Penuh!

 Menteri HAM Natalius Pigai Beberkan Bukti Presiden Prabowo Sangat Cinta Rakyat Papua: Dana Otsus Dikembalikan dengan Nilai Penuh!

JAKARTA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyampaikan Presiden Prabowo Subianto sangat cinta kepada masyarakat Papua. Itu terbukti, kata Pigai, di era Prabowo Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang dikembalikan dengan nilai yang penuh.

“Itu adalah bukti kecintaan Presiden Prabowo Subianto selama ini kepada masyarakat Papua,” kata Pigai kepada wartawan, Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Lebih lanjut Pigai menjelaskan, jauh sebelumnya Dana Otsus Papua sering dipotong. Namun di era Prabowo mengembalikan nilainya menjadi Rp12 triliun lebih dan juga memberikan berbagai program, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Karena itulah maka Presiden menegaskan bahwa anggaran yang besar ini harus bisa dimanfaatkan dan benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat Papua,” ujar Pigai.

Menurut Pigai, selama ini data-data statistik di Papua selalu menjadi yang terendah di Indonesia. Ia meneramgkan, pemberian anggaran besar dari pemerintah untuk Papua harus meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Juga Bapak Presiden tegaskan supaya semua kita harus bangun untuk meningkatkan harga diri, martabat, dan harus rasa bahwa Indonesia itu bisa bahagia,” terang Pigai.

Baginya, dengan dikembalikannya dana otsus ke nilai penuh, menurut dia, anggaran yang masuk ke Papua itu hampir mencapai Rp50 triliun, yang sisanya dalam bentuk pelaksanaan berbagai program. Selain MBG, dia mengatakan program lainnya yakni kampung nelayan, pendidikan, dan program lainnya.

Di akhir keterangannya, Pigai memgungkapkan, pemerintah pusat meminta kepada pemerintahan di Papua untuk menggunakan dana tersebut demi meningkatkan kapasitas sosial dan ekonomi masyarakat. Di antaranya mengurangi angka kematian ibu, angka kematian anak, kemiskinan, stunting, tingkat buta huruf, hingga mengontrol inflasi serta harga kebutuhan.

“Maka indeks-indeks hak asasi manusia dalam konteks Ekosob (ekonomi, sosial, dan budaya) di Papua akan mengalami peningkatan dari sisi perspektif statistik,” pungkas Pigai

 

Facebook Comments Box