Ridwan Hisjam dan Akbar Tandjung Tetap Bintang meski Wajah Baru Bermunculan di Golkar

 Ridwan Hisjam dan Akbar Tandjung Tetap Bintang meski Wajah Baru Bermunculan di Golkar

JAKARTA – Nama Ridwan Hisjam dan Akbar Tandjung tetap menjadi poros lama yang pengaruhnya tak bisa diabaikan meski zaman terus berubah dan wajah-wajah baru bermunculan dari kader Partai Golkar,

Keduanya bukan sekadar politisi senior, melainkan bagian dari fondasi sejarah yang sampai saat ini masih menjadi acuhan para kader Golkar.

Ridwan Hisjam dikenal sebagai kader tulen Golkar yang telah lima kali dipercaya rakyat sebagai anggota parlemen. Lebih dari itu, ia merupakan politisi Golkar yang telah melintasi berbagai fase penting perjalanan politik nasional, mulai dari era Orde Baru, Reformasi, hingga dinamika politik di era milenial saat ini. Eksistensinya tetap terasa dan relevan di tengah perubahan generasi.

Peran Ridwan Hisjam tak hanya sebagai tokoh lintas zaman, tetapi juga sebagai penjaga kesinambungan nilai dan tradisi politik Golkar. Ia aktif menjaga komunikasi internal partai, memberi masukan strategis, serta menjadi rujukan bagi kader-kader muda Golkar, termasuk generasi milenial yang kini mulai mengambil peran penting dalam struktur dan gerak politik partai.

Sementara itu, Akbar Tandjung merupakan figur sentral dalam sejarah Golkar. Mantan Ketua Umum Partai Golkar tersebut dikenal luas sebagai tokoh yang berhasil menjaga Golkar tetap solid dan relevan di tengah transisi besar politik nasional, khususnya pada era pascareformasi.

Kedekatan Ridwan Hisjam dan Akbar Tandjung bukan sekadar relasi personal, melainkan ikatan ideologis dan historis. Ridwan Hisjam dikenal sebagai salah satu murid politik Akbar Tandjung yang menyerap nilai-nilai kepemimpinan, loyalitas, serta pentingnya konsolidasi dan visi jangka panjang dalam membesarkan partai.

Kesamaan visi dan misi keduanya kembali menguat dalam sebuah pertemuan di Akbar Tandjung Institute beberapa minggu lalu. Dalam pertemuan tersebut, membahas arah dan masa depan Golkar dengan satu benang merah yang sama, yakni membangun Golkar sebagai partai yang solid, besar, dan mampu beradaptasi dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

“Golkar harus terus menjadi kekuatan politik yang mengakar dan adaptif. Pengalaman masa lalu menjadi modal penting untuk menjawab tantangan masa depan,” ujar Ridwan Hisjam, Sabtu 10 Januari 2026.

Pertemuan tersebut menegaskan adanya keselarasan pandangan mengenai pentingnya kesinambungan kepemimpinan, penguatan konsolidasi internal, serta regenerasi kader agar Golkar tetap relevan di tengah dinamika politik nasional yang semakin cepat berubah.

Di tengah arus perubahan politik dari generasi ke generasi, Ridwan Hisjam tampil sebagai simbol kesinambungan. Poros lama yang tidak hanya menyimpan sejarah, tetapi juga bisa menjadi tempat bagi kader-kader golkar, dalam belajar berpolitik.

Facebook Comments Box