Transformasi BLK Jadi Momentum Perkuat SDM, Netty Ingatkan Aspek Akses dan Kualitas
JAKARTA — Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher menilai rencana Transformasi Balai Latihan Kerja (BLK) yang diumumkan Menteri Ketenagakerjaan sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran pelatihan vokasi dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan ke depan.
Menurut Netty, arah transformasi BLK harus diperkuat pada fungsi tempat pelatihan sekaligus sebagai klinik produktivitas, pusat talenta dan inkubantor bisnis. Hal ini menunjukkan upaya pemerintah menyesuaikan kebijakan ketenagakerjaan dengan dinamika kebutuhan industri dan pasar kerja yang terus berubah.
“Transformasi BLK ini perlu dipandang sebagai ikhtiar memperkuat kualitas sumber daya manusia agar lebih relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya kewirausahaan,” kat Netty, Senin (2/2/2026)
Netty menekankan pentingnya pengawalan agar transformasi tersebut benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat. Ia menilai pembaruan kurikulum pelatihan, penguatan kolaborasi dengan akademisi dan industri, serta peningkatan kapasitas instruktur BLK menjadi kunci keberhasilan kebijakan ini.
Selain itu, Netty mengingatkan agar pelaksanaan transformasi BLK dilakukan secara merata, tidak hanya terpusat di wilayah tertentu. “Akses pelatihan yang berkualitas harus dirasakan hingga daerah-daerah, termasuk bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas, agar manfaatnya benar-benar inklusif,” ujarnya.
Netty menegaskan bahwa penguatan fungsi BLK sebagai inkubator bisnis perlu dibarengi dengan sistem pendampingan yang berkelanjutan, sehingga lulusan pelatihan tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan untuk bertahan dan berkembang secara mandiri.