NPI: Teror KKB Hambat Nyata Pembangunan Papua, Rakyat Jadi Korban

 NPI: Teror KKB Hambat Nyata Pembangunan Papua, Rakyat Jadi Korban

Murmahudi

JAKARTA – Direktur Nusantara Parameter Index (NPI) Murmahudi menegaskan bahwa aksi brutal kelompok kriminal bersenjata (KKB) Organisasi Papua Merdeka bukan sekadar gangguan keamanan, melainkan teror nyata yang secara langsung menghambat pembangunan Papua dan menyengsarakan rakyat sipil.

Pernyataan ini disampaikan menyusul penembakan pesawat perintis Smart Air PK-SNR di Bandara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, yang menewaskan pilot dan kopilot, serta aksi penembakan terhadap personel TNI di Tembagapura, Mimika, Papua Tengah.

“Kekejian yang dilakukan KKB merupakan teror kemanusiaan. Penyerangan pesawat perintis, pembunuhan para guru dan tenaga medis serta penembakan terhadap aparat keamanan, teror ini bukan hanya keamanan yang terganggu, tetapi seluruh ekosistem pembangunan Papua,” tegas Murmahudi, Minggu (15/2/2026).

Murmahudi menekankan, bandara perintis di Papua merupakan objek vital nasional yang menjadi satu-satunya jalur distribusi logistik, bahan pangan, layanan kesehatan, dan mobilitas masyarakat di wilayah terpencil. Penyerangan terhadap bandara dan pesawat sipil, kata dia, berarti memutus akses hidup masyarakat Papua sendiri.

“Tanpa penerbangan perintis, harga kebutuhan melonjak, layanan medis terhenti, guru dan tenaga kesehatan sulit masuk. KKB dengan sadar menciptakan isolasi dan ketertinggalan, lalu rakyat sipil yang menanggung akibatnya,” ujarnya.

NPI juga menyoroti fakta bahwa dalam insiden penembakan pesawat, penumpang lokal dibiarkan selamat, sementara awak pesawat dieksekusi. Menurut Murmahudi, pola ini menunjukkan teror terencana untuk menyingkirkan layanan publik dan menakuti operator sipil agar angkat kaki dari Papua.

“Selain itu, penyerangan terhadap aparat TNI di Tembagapura yang menewaskan satu prajurit dan melukai dua lainnya dinilai sebagai bagian dari eskalasi kekerasan bersenjata untuk melemahkan stabilitas keamanan”, tegasnya.

Menurutnya, pembangunan tidak mungkin berjalan di bawah bayang-bayang senjata.

“Keamanan adalah prasyarat utama kesejahteraan, dan selama KKB dibiarkan meneror, Papua akan terus dijauhkan dari kemajuan,” katanya.

Murmahudi mendorong negara bersikap tegas dengan memperkuat pengamanan objek vital, bandara perintis, dan jalur logistik, serta meningkatkan operasi intelijen dan penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata.

“Negara tidak boleh kalah oleh teror. Teror KKB adalah penghambat nyata pembangunan Papua, dan menindaknya adalah bagian dari melindungi hak hidup dan masa depan rakyat Papua,” pungkasnya.

Facebook Comments Box