Saadiah Uluputty Soroti Lonjakan Kecelakaan Lalu Lintas, Dorong Penguatan Sistem Keselamatan Jalan
Saadiah Uluputty
JAKARTA – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia menjadi perhatian serius Komisi V DPR RI. Anggota Komisi V Saadiah Uluputty menilai kondisi keselamatan di jalan raya saat ini memerlukan langkah penanganan yang lebih sistematis dan terintegrasi.
Hal tersebut disampaikan Saadiah dalam rapat kerja Komisi V bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, serta Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Menurut Saadiah, data kecelakaan lalu lintas menunjukkan tren yang memprihatinkan. Pada tahun 2024 tercatat sekitar 152 ribu kasus kecelakaan, sementara pada 2025 jumlahnya meningkat menjadi 155.433 kejadian dengan korban meninggal dunia mencapai lebih dari 75 ribu orang.
Saadiah menjelaskan bahwa angka tersebut masih jauh dari target keselamatan nasional yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang Rencana Umum Nasional Keselamatan. Dalam regulasi tersebut, ambang batas kematian akibat kecelakaan ditargetkan berada pada angka 9,53 per 100 ribu penduduk.
“Dengan populasi sekitar 287 juta jiwa, tingkat kecelakaan yang mencapai 26,33 per 100 ribu penduduk tentu menjadi alarm serius bagi sistem keselamatan transportasi kita,” ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa tingkat fatalitas kecelakaan di Indonesia masih jauh di atas standar keselamatan global yang direkomendasikan oleh World Health Organization, yakni di bawah 10 kematian per 100 ribu penduduk.
Menurut Saadiah, tingginya risiko kecelakaan menunjukkan bahwa kebijakan transportasi tidak cukup hanya berfokus pada pengaturan arus lalu lintas, tetapi harus diarahkan pada upaya menjamin keselamatan pengguna jalan.
Menjelang musim mudik, ia menekankan bahwa mobilitas masyarakat tidak boleh dipandang sekadar sebagai rutinitas tahunan. Keselamatan pemudik harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan transportasi.
Untuk menekan angka kecelakaan, Saadiah mengusulkan beberapa langkah strategis, antara lain memperkuat kebijakan pengurangan tingkat keparahan kecelakaan serta meningkatkan pengawasan kecepatan kendaraan di ruas jalan dengan tingkat risiko tinggi.
Selain itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kepatuhan penggunaan perlengkapan keselamatan, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang menjadi kelompok paling rentan dalam kecelakaan lalu lintas.
Saadiah juga mengapresiasi kebijakan pemerintah yang memperluas program mudik gratis serta menerapkan pembatasan perjalanan jarak jauh sebagai upaya mengurangi risiko kecelakaan selama periode mudik.
Menurutnya, kolaborasi antara DPR dan pemerintah perlu terus diperkuat agar berbagai kebijakan keselamatan transportasi dapat berjalan konsisten dan mampu menekan angka kecelakaan secara signifikan di masa mendatang.