Menteri Meutya Hafid Gelar Buka Puasa Bersama: Ini Jadi Momentum Perkuat Empati dan Semangat Pengabdian
JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan kegiatan buka puasa bersama yang dihelarnya tidak sekadar menjadi momen untuk membatalkan puasa, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat empati, kebersamaan, dan semangat pengabdian dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Meutya saat menghadiri acara buka puasa bersama keluarga besar Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Kemkomdigi), Ahad (15/3/2026). Di mana momen kebersamaan itu, menurut Meutya, menjadi ruang untuk kembali merawat nilai-nilai kemanusiaan di tengah padatnya aktivitas kerja.
Dalam unggahan di media sosial pribadinya, Meutya menuturkan, kebersamaan dalam suasana Ramadan memiliki makna yang lebih dalam dibanding sekadar kegiatan seremonial.
“Buka bersama keluarga besar Kemkomdigi bukan hanya soal membatalkan puasa, tapi soal merawat rasa dan empati yang mungkin sempat terlewat di meja kerja,” tulis Meutya.
Ia menjelaskan, dinamika pekerjaan di lingkungan kementerian yang sangat dinamis sering kali membuat para pegawai fokus pada target, program, dan tanggung jawab administratif. Karena itu, momentum kebersamaan seperti buka puasa bersama menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antarsesama serta membangun suasana kerja yang lebih hangat dan penuh kepedulian.
Lebih lankut Meutya menjelaskan, suasana Ramadan juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri, memperbaiki niat, dan menata kembali semangat dalam menjalankan amanah negara.
“Ini juga menjadi kesempatan untuk mengisi kembali energi agar kita dapat terus mengabdi pada negeri dengan hati yang lebih bersih,” ujarnya.
Ia menambahkan, nilai kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan sederhana seperti berbuka puasa dapat memperkuat rasa persatuan di antara seluruh jajaran kementerian. Dengan demikian, setiap program yang dijalankan dapat dilandasi semangat kerja kolektif dan tujuan yang sama.
Dalam kesempatan tersebut, Meutya juga mengajak seluruh jajaran Kemkomdigi untuk menjaga semangat kolaborasi serta saling mendukung dalam menjalankan berbagai agenda transformasi digital nasional yang tengah digalakkan pemerintah.
Baginya, keberhasilan berbagai program pembangunan di sektor komunikasi dan digital tidak hanya bergantung pada kebijakan dan teknologi, tetapi juga pada kekuatan solidaritas serta kepercayaan di antara para insan yang bekerja di dalamnya.
“Ketika kita duduk di satu meja, berbagi hidangan dan cerita, di situlah kita kembali diingatkan bahwa kita memiliki satu rasa dan satu tujuan yang sama,” ungkapnya.
Ia berharap nilai-nilai kebersamaan yang terbangun selama Ramadan dapat terus terjaga bahkan setelah bulan suci berakhir, sehingga semangat melayani masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap langkah kerja kementerian.
“Satu meja, satu rasa, satu tujuan,” tutup Meutya.