Sodik Mudjahid di Z-Talk BAZNAS: Media Jadi Kunci Perluasan Dakwah Zakat Nasional

 Sodik Mudjahid di Z-Talk BAZNAS: Media Jadi Kunci Perluasan Dakwah Zakat Nasional

Sodik Mudjahid

JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional menegaskan pentingnya kolaborasi strategis dengan media dalam memperluas dakwah zakat kepada masyarakat. Hal ini mengemuka dalam forum Z-Talk yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (16/3/2026).

Dalam forum tersebut, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menyampaikan bahwa media memiliki peran sentral dalam membangun kesadaran publik terhadap pentingnya zakat, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat untuk menunaikannya melalui lembaga resmi.

“Peran media sangat strategis. Dari hasil survei kami, mayoritas muzaki menyalurkan zakat melalui BAZNAS karena faktor kepercayaan. Ini menjadi modal penting yang harus terus dijaga,” ujar Sodik.

Ia menjelaskan, kepercayaan publik tidak muncul secara instan, melainkan dibangun melalui konsistensi program, kredibilitas pimpinan, serta dukungan regulasi pemerintah. Oleh karena itu, sinergi dengan media dinilai menjadi kunci untuk menjaga transparansi sekaligus memperluas jangkauan informasi.

Senada dengan itu, Pimpinan BAZNAS RI Rizaludin Kurniawan menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan fondasi utama dalam meningkatkan penghimpunan zakat nasional.

“Kepercayaan ini adalah capaian penting. Untuk itu, kami membutuhkan dukungan berkelanjutan dari media dan pemerintah agar gerakan zakat benar-benar bisa menjadi solusi sosial,” katanya.

Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Idy Muzayyad menyoroti bahwa eksistensi lembaga tidak terlepas dari peran pemberitaan media. Menurutnya, berbagai program yang telah dijalankan tidak akan diketahui luas tanpa dukungan publikasi yang masif.

“BAZNAS bisa dikenal karena diberitakan. Tanpa media, kerja-kerja besar yang dilakukan bisa tidak terlihat oleh publik,” ujarnya.

Di sisi lain, Pimpinan BAZNAS RI Ending Syarifuddin mengangkat perspektif yang lebih luas terkait hubungan timbal balik antara lembaga dan media. Ia menilai kerja sama yang dibangun tidak hanya sebatas publikasi, tetapi juga harus menyentuh aspek kesejahteraan insan pers.

“Kami melihat bahwa kolaborasi ini harus saling menguatkan. Tidak sedikit rekan wartawan yang juga masuk kategori mustahik, sehingga perlu ada perhatian bersama,” ungkapnya.

Kegiatan Z-Talk turut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan pemerintah dan media nasional, di antaranya perwakilan komunikasi pemerintah, tokoh media, hingga praktisi komunikasi publik.

Melalui forum ini, BAZNAS berharap terbangun sinergi yang lebih kuat dengan media dalam menyebarluaskan pesan zakat sebagai instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan umat.

“Zakat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi solusi sosial. Dengan dukungan media, kami optimistis gerakan zakat dapat semakin masif dan berdampak luas bagi masyarakat,” pungkas Sodik Mudjahid.

Facebook Comments Box