Pesan Mendalam Herman Khaeron di Idul Fitri 1447 H: Syukur, Perjalanan, dan Kerendahan Hati
CIREBON – Anggota DPR RI sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dengan pesan reflektif yang menyentuh tentang perjalanan hidup, perjuangan, dan pentingnya rasa syukur.
Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, Herman mengajak masyarakat untuk merenungkan perjalanan hidup yang telah dilalui, dari langkah kecil hingga pencapaian yang diraih saat ini.
“Tanpa terasa, waktu berjalan begitu jauh. Langkah yang dulu setapak demi setapak, kini berdiri tegak. Berjalan berlari penuh arti, ada jejak-jejak perjuangan yang tak sia-sia, semua itu hanyalah titipan perjalanan,” ungkap Herman.
Makna Keberhasilan dan Perjuangan
Herman menegaskan bahwa setiap pencapaian dalam hidup bukan sekadar keberhasilan pribadi, melainkan hasil dari usaha, doa, serta ketulusan yang menyertai setiap langkah.
Ia juga mengingatkan bahwa di balik setiap keberhasilan, terdapat dukungan dari orang-orang terdekat serta campur tangan Tuhan yang selalu menyertai.
“Prestasi yang diraih bukan sekadar keberhasilan pribadi, melainkan bukti bahwa usaha, doa, dan ketulusan tak pernah sia-sia. Ada kasih sayang dan cinta yang mengiringi, ada tangan-tangan yang menguatkan, dan ada Tuhan yang diam-diam menuntun,” tuturnya.
Ajakan untuk Bersyukur
Dalam momen Idul Fitri, Herman mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan rasa syukur sebagai landasan utama dalam menjalani kehidupan.
Baginya, keberhasilan sejati bukan hanya diukur dari capaian duniawi, tetapi dari hati yang tetap rendah dan penuh rasa syukur atas setiap nikmat yang diberikan.
“Sejak waktu, hati ini hanya ingin bersyukur. Bersyukur atas perjalanan, atas kesempatan, dan atas setiap kebaikan yang Tuhan berikan. Karena pada akhirnya, keberhasilan sejati adalah hati yang tetap rendah dan penuh rasa syukur,” ujarnya.
Ucapan Idul Fitri
Di akhir video, Herman Khaeron bersama sang istri, Attawati yang merupakan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, turut menyampaikan ucapan Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat.
“Saya, Dr. Herman Khaeron, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Sekjen Partai Demokrat, serta bersama istri saya, Dr. Attawati, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa Idul Fitri bukan hanya momentum perayaan, tetapi juga waktu untuk kembali kepada fitrah, memperbaiki diri, serta memperkuat rasa syukur dan kebersamaan.
Herman daei Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat VIII melalui pesan bermakna dalam unggahan terbarunya, legislator yang akrab disapa Kang Hero ini mengajak masyarakat di Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Indramayu untuk menjadikan momen lebaran sebagai titik balik penguatan iman dan kepedulian sosial.
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mohon maaf lahir dan batin atas segala khilaf. Mari kita jadikan hari kemenangan ini sebagai momentum untuk menyucikan hati dan kembali ke fitrah,” ungkap Herman Khaeron.
Jejak Pengabdian: Dari Insinyur Menjadi Pejuang Aspirasi
Perjalanan hidup Herman Khaeron adalah cerminan dari dedikasi tanpa henti. Lahir di Kuningan pada 4 Mei 1969, ia awalnya bercita-cita menjadi seorang insinyur. Lulusan Teknik Universitas Islam Bandung ini kemudian menempuh studi lanjut hingga meraih gelar Doktor Ilmu Pertanian dengan predikat cumlaude dari Universitas Padjadjaran.
Kariernya di parlemen dimulai sejak tahun 2009. Selama empat periode berturut-turut, Herman telah mengemban berbagai posisi strategis, mulai dari Wakil Ketua Komisi IV (Pangan & Pertanian), Wakil Ketua Komisi VII (Energi), hingga kini di Komisi VI yang membidangi BUMN, Perdagangan, dan UMKM. Salah satu warisan legislasi terbesarnya adalah lahirnya Undang-Undang Pangan Nomor 18 Tahun 2012.
Pesan Lebaran: Sinergi Bangun Negeri
Sebagai peraih berbagai penghargaan, termasuk Legislator Peduli UMKM, Herman menekankan bahwa semangat Idulfitri harus diwujudkan dalam tindakan nyata membantu sesama. Ia berharap konektivitas dan persaudaraan yang terjalin selama masa mudik dapat terus terjaga demi kemajuan ekonomi daerah.
“Semoga amal ibadah kita selama Ramadan diterima Allah SWT. Mari kita buka lembaran baru dengan penuh optimisme untuk membangun Indonesia yang lebih adil dan sejahtera,” pungkas Herman.