Abdul Fikri Faqih Apresiasi Inovasi Peternakan Modern Dikembangkan Peternak Anak Muda di Tegal
JAKARTA — Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS Abdul Fikri Faqih mengapresiasi inovasi peternakan modern yang dikembangkan peternak muda di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Apresiasi tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan masa reses ke Muji Jaya Farm di Kecamatan Dukuhwaru beberapa waktu lalu.
Dalam kunjungan tersebut, Fikri menyoroti keberhasilan Muji, seorang peternak muda inspiratif, yang mampu mengelola sekitar 2.000 ekor kambing di atas lahan seluas kurang lebih 1.700 meter persegi. Usaha tersebut dinilai mampu menopang kebutuhan kuliner sate khas Tegal yang telah dikenal luas oleh masyarakat.
Ia menilai pilihan Muji terjun ke sektor peternakan merupakan langkah strategis di tengah era disrupsi ekonomi. Menurutnya, sektor pertanian, peternakan, dan kuliner merupakan bidang fundamental yang tidak akan tergantikan oleh perkembangan teknologi.
“Saya kira ini pilihan yang sangat tepat karena di era disrupsi seperti sekarang ini, sektor pertanian, peternakan, dan kuliner adalah sesuatu yang tidak bisa digantikan, sehingga usaha ini akan berkelanjutan,” ujar Fikri dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria di Jakarta, Jumat (2/1/2026) seperti dikutips situs DPR RI.
Fikri juga menekankan pentingnya model usaha peternakan berbasis kolaborasi seperti yang diterapkan Muji. Ia menilai pendekatan tersebut patut direplikasi di daerah lain sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan tanpa saling mematikan antar pelaku usaha.
Menurut Fikri, keberhasilan Muji tidak terlepas dari kemampuannya mengelola seluruh aspek peternakan secara terpadu, mulai dari pengolahan pakan hingga pemanfaatan limbah kotoran dan urin ternak menjadi produk bernilai guna. Hal tersebut menjadi kunci utama dalam menghasilkan daging kambing berkualitas tinggi yang menopang reputasi sate Tegal yang empuk dan diminati pasar.
Melalui kunjungan tersebut, Fikri juga mendorong generasi muda untuk tidak ragu berkreasi dan berinovasi di sektor peternakan dengan sentuhan manajemen modern. Ia menilai sektor ini memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja mandiri sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Kisah sukses Muji sendiri terbilang unik. Ia mengawali kariernya bukan dari latar belakang pertanian, melainkan lulusan teknik mesin yang berani beralih haluan dengan melihat peluang pasar. Tingginya permintaan daging kambing di Tegal, yang mencapai 500 hingga 1.000 ekor per hari, menjadi faktor utama keputusannya terjun ke dunia peternakan.
Muji mengungkapkan bahwa kualitas daging kambing yang dihasilkannya terletak pada pengolahan pakan yang mengadopsi teknik peternakan sapi Wagyu yang dipelajarinya saat berada di Jepang. Teknik tersebut membuat tekstur daging kambing menjadi lebih empuk dan premium, mendekati kualitas daging sapi kelas dunia. (fa/rdn)