Abdul Fikri Faqih Soal Bantuan Perangkat Digital Hasil Kerja Sama RI-Korea Selatan: Semoga Dimanfaatkan Optimal untuk Proses Belajar Mengajar di Tegal
JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS Abdul Fikri Faqih ingin memastikan bantuan perangkat digital hasil kerja sama Indonesia dan Korea Selatan benar-benar dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di Tegal.
Fikri menyampaikan, langkah monitoring ini dilakukan untuk menjamin fasilitas yang diberikan selaras dengan kompetensi para guru yang sebelumnya telah menjalani pelatihan intensif di Korea Selatan.
Fikri mengaku sempat meninjau langsung penggunaan sarana digital berupa laptop, televisi, dan tablet di sejumlah sekolah penerima manfaat di Kabupaten dan Kota Tegal. Sekolah-sekolah tersebut antara lain SMPN 2 Slawi, SMP Pangeran Diponegoro Balapulang, dan SMPN 1 Kota Tegal, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.
“Bantuan itu merupakan realisasi dari program Korea E-Learning Improvement Cooperation (KLIC) LEADer Program yang merupakan sinergi strategis antara Kementerian Pendidikan Korea, Institute of APEC Collaborative Education (IACE), dan Kemendikbudristek kala itu tahun 2024, sebelum sekarang menjadi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) saat ini,” kata Fikri kepada wartawan, Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Ia mengungkapkan, kedatangannya ke daerah pemilihan bukan sekadar seremoni serah terima barang, melainkan untuk melihat langsung dampak nyata program tersebut di lapangan. Momen ini sekaligus menjadi ajang reuni antara dirinya dengan para kepala sekolah dan guru yang pada Juni 2024 lalu telah digembleng dalam pelatihan digitalisasi pendidikan secara intensif di Yongsan, Seoul, Korea Selatan.
Menurut Fikri, integrasi antara peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan dukungan perangkat keras yang memadai adalah kunci keberhasilan transformasi pendidikan.
Politisi asal Dapil Jawa Tengah IX ini yang meliputi; Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes berharap fasilitas canggih tersebut tidak hanya berakhir sebagai pajangan inventaris sekolah. Ia menekankan bahwa fasilitas tersebut harus menjadi jembatan bagi para siswa di Tegal untuk menjangkau wawasan global dan masa depan yang lebih cerah.
Lebih lanjut, ia juga menyinggung pentingnya keberlanjutan program di mana alat-alat tersebut harus aktif digunakan dalam praktik pengajaran sehari-hari oleh para tenaga pendidik yang sudah terlatih.
“Fasilitas sudah siap, kompetensi guru sudah teruji. Kini saatnya kita pacu kualitas pembelajaran siswa agar makin adaptif dengan zaman. Semoga di bawah naungan Kemendikdasmen, sinergi strategis semacam ini terus berlanjut demi kualitas pendidikan kita,” pungkasnya.