Buka Puasa Bersama dan Santunan 50 Anak Yatim di Musolla Assalam RT 8/10 UKU Matraman Berlangsung Khidmat
JAKARTA — Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Musolla Assalam saat digelarnya acara buka puasa bersama dan santunan bagi 50 anak yatim, Jumat (27/2/2026). Kegiatan tersebut diisi dengan ceramah agama oleh Ustad Gufron yang memberikan siraman rohani kepada para jamaah dan anak-anak yatim yang hadir.
Dalam tausiyahnya, Ustad Gufron mengingatkan pentingnya kepedulian sosial, terutama di bulan suci Ramadan. Ia menekankan bahwa menyantuni anak yatim bukan hanya bentuk ibadah, tetapi juga wujud nyata memperkuat tali persaudaraan di tengah masyarakat.
“Anak-anak yatim ini adalah amanah bagi kita semua. Rasulullah mengajarkan bahwa orang yang menyantuni anak yatim akan dekat dengan beliau di surga. Maka momentum Ramadan ini mari kita jadikan ajang memperbanyak amal dan mempererat ukhuwah,” ujar Ustad Gufron dalam ceramahnya, Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Kegiatan buka puasa dan santunan tersebut merupakan hasil donasi warga RT 008 RW 10 Utan Kayu Utara (UKU) Matraman, Jakarta Timur yang dengan sukarela berpartisipasi, termasuk membawa konsumsi untuk berbuka puasa bersama. Selain itu, santunan anak yatim juga berasal dari donasi keluarga besar H. Slamet Abdullah.
Dalam sambutannya, H. Slamet Abdullah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga acara dapat terlaksana dengan baik.
“Kami keluarga besar Slamet Abdullah mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur dan ibu-ibu yang telah membawa konsumsi. Berkat kebersamaan dan keikhlasan bapak-ibu sekalian, kegiatan santunan dan buka puasa ini bisa berjalan lancar,” ujar H. Slamet.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai wujud kepedulian sosial dan memperkuat solidaritas antarwarga.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur pengurus lingkungan setempat. Ketua RT 008 RW 10 UKU Suhandi menyampaikan apresiasinya atas kekompakan warga dalam menyukseskan acara tersebut.
“Kegiatan ini sukses karena kekompakan dan partisipasi warga. Semangat gotong royong masih sangat kuat di lingkungan kita, terutama dalam menyantuni anak-anak yatim,” kata Suhandi.
Acara ditutup dengan doa bersama, penyerahan santunan kepada 50 anak yatim, serta buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.