JAKARTA, Lintasparlemen.com – Sekjen Partai Golkar Idrus Marham menegaskan hasil pleno DPP yang menunjuk Setya Novanto sebagai Ketua DPR diputuskan secara aklamasi. Proses pergantian posisi pun diharapkan cepat. “Bahwa DPP Golkar telah mengambil keputusan secara bulat, aklamasi ya untuk mengembalikan posisi ketua DPR Setya Novanto dengan pertimbangan melalui proses apa yang dituduhkan Setnov dalam proses-proses […]Read More
JAKARTA, Lintasparlemen.com – Pakar politik Universitas Indonesia Maswadi Rauf menilai, keinginan Partai Golkar untuk mengembalikan jabatan ketua DPR ke tangan Setya Novanto (Setnov), sangat mengejutkan rakyat. Apalagi, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) sudah pernah menyatakan Setnov melanggar etika dalam kasus ‘papa minta saham’. Meskipun, pada akhirnya, vonis MKD tidak dikeluarkan lantaran yang bersangkutan terlebih dahulu mundur […]Read More
JAKARTA, Lintasparlemen.com – Pakar politik Universitas Indonesia Maswadi Rauf mempertanyakan urgensi penunjukan Setya Novanto (Setnov) kembali menjabat ketua DPR. Apalagi, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) sudah pernah menyatakan Setnov melanggar etika dalam kasus ‘papa minta saham’. “Apa perlunya Setnov dikembalikan (menjabat ketua DPR). Karena dia sudah pernah dinyatakan bermasalah (oleh MKD),” kata Maswadi saat dihubungi Republika, […]Read More
JAKARTA, Lintasparlemen.com – DPP Partai Golkar belum pernah mengajak membahas rencana pengembalian Setya Novanto menjadi Ketua DPR dengan Dewan Pembina Partai Golkar. Padahal, rekomendasi DPP tersebut bersifat strategis yang semestinya dibicarakan lebih dulu dengan Dewan Pembina (Wanbin) Partai Golkar. Menurut anggota Dewan Pembina Partai Golkar Hafiz Zawawi, sesuai ketentuan AD/ART partai pada pasal 21, Dewan […]Read More
JAKARTA — Pakar politik Universitas Indonesia Maswadi Rauf berpendapat, keinginan Golkar mengembalikan Setya Novanto (Setnov) sebagai ketua DPR akan memperburuk citra partai. Sebab, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) sudah pernah menyatakan Setnov melanggar etika dalam kasus ‘papa minta saham’. “Justru (penunjukan Setnov sebagai ketua DPR) itu memperburuk citra Golkar di mata masyarakat. Orang yang sudah dinyatakan […]Read More
JAKARTA, Lintasparlemen.com – Pakar politik Universitas Indonesia Maswadi Rauf menilai, keinginan Golkar mengembalikan Setya Novanto (Setnov) sebagai ketua DPR akan membuat perpecahan di tubuh partai berlambang pohon beringin. Sebab, menurutnya, pasti ada orang-orang di dalam Golkar yang tidak setuju dengan keputusan tersebut. “Pasti ada orang-orang Golkar yang tidak setuju (penunjukan Setnov kembali sebagai ketua DPR). […]Read More
JAKARTA, Lintasparlemen – Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia menanggapi keputusan Partai Golkar yang kembali menunjuk Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI. Direktur Kopel Indonesia Syamsuddin Alimsyah mengatakan Golkar harus sadar keberadaan lembaga DPR bukan organisasi biasa yang milik orang perseorangan sehingga dengan seenaknya bisa main bongkar pasang. Menurut dia, efeknya bukan hanya terbatas pada persoalan administrasi […]Read More
JAKARTA — Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang akan mengganti Ade Komaruddin dengan Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI dinilai menunjukkan bahwa kepemimpinan Partai Beringin’ tersebut saat ini sangat picik. Langkah-langkah politik yang diambil lebih pada berorientasi pribadi, kelompok, dan konspiratif. Politikus muda Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan keputusan-keputusan dan cara pengambilan keputusan […]Read More
JAKARTA, Lintasparlemen – Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (Setnov) mengaku tidak tahu dirinya bakal diangkat kembali menjadi Ketua DPR berdasarkan rapat pleno DPP Partai Golkar. Pasalnya ia baru saja menghadiri kegiatan di luar kota dan belum mengetahui hasil rapat pleno tersebut. Pakar politik Universitas Indonesia Maswadi Rauf menganggap ketidaktahuan Setnov tersebut hanyalah sebuah sandiwara. […]Read More
JAKARTA, Lintasparlemen.com – Kondisi Bangsa pasca demo 4 November 2016 lalu semakin rumit. Meski tuntutan umat Islam yang ikut aksi jutaan massa meminta pihak penegak hukum melanjutkan kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu diterima dengan menjadikan pelaku penistaan agama sebagai tersangka. Sejumlah seruan termasuk dari permintaan tokoh Islam agar tidak lagi berdemo terkait kasus penistaan […]Read More