Dave Laksono Dorong Investigasi Ledakan Kapal di Selat Hormuz yang Libatkan WNI
JAKARTA – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno menyampaikan keprihatinannya atas insiden ledakan kapal di kawasan Selat Hormuz yang melibatkan sejumlah warga negara Indonesia (WNI). Ia menegaskan pentingnya investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab kejadian sekaligus memberikan kepastian bagi keluarga korban.
Menurut Dave, pemerintah bersama otoritas terkait perlu memastikan proses penyelidikan dilakukan secara komprehensif agar penyebab insiden dapat diketahui secara jelas.
“Kami menyampaikan turut berduka cita atas korban yang meninggal dunia. Kami berharap ada keadilan bagi keluarga yang ditinggalkan dan kejelasan mengenai penyebab peristiwa ini,” ujar Dave saat diwawancarai Parlementaria di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Insiden tersebut terjadi setelah kapal tugboat Mussafah 2 yang beroperasi di kawasan Selat Hormuz mengalami ledakan disertai kebakaran sebelum akhirnya tenggelam. Kapal itu diketahui membawa sejumlah anak buah kapal (ABK), termasuk beberapa WNI.
Berdasarkan informasi yang disampaikan pemerintah, terdapat beberapa warga negara Indonesia yang berada di kapal tersebut saat kejadian berlangsung. Hingga kini, tiga WNI masih dalam proses pencarian oleh otoritas setempat. Sementara itu, satu WNI dilaporkan selamat namun mengalami luka bakar dan sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit di Oman.
Dave menilai penyebab insiden tersebut perlu diusut secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Menurutnya, investigasi diperlukan untuk memastikan apakah ledakan terjadi karena faktor teknis, kesalahan operasional, atau berkaitan dengan situasi keamanan di kawasan tersebut.
“Harus ada penyidikan yang mendalam agar ada ketegasan dan kejelasan mengenai sebab kejadian ini, apakah ini sebuah agresi atau kesalahan. Itu harus dipastikan melalui proses investigasi yang melibatkan semua pihak,” tegas legislator dari Partai Golkar tersebut.
Ia menambahkan bahwa Komisi I DPR RI saat ini masih menunggu perkembangan informasi dari pemerintah serta laporan dari pihak-pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan penyelidikan. Mengingat lokasi kejadian berada di wilayah strategis yang memiliki dinamika keamanan cukup kompleks, proses penanganan juga melibatkan sejumlah otoritas internasional.
“Kami masih menunggu progresnya karena proses pencarian dan penyelidikan ini melibatkan banyak pihak, bukan hanya pemerintah Indonesia,” jelasnya.
Selain mendorong investigasi, Komisi I DPR juga menekankan pentingnya penguatan perlindungan bagi WNI yang bekerja di sektor pelayaran internasional, khususnya mereka yang berprofesi sebagai anak buah kapal di wilayah yang berpotensi memiliki risiko keamanan tinggi.
Dave menilai komunikasi aktif antara para pekerja migran Indonesia dengan perwakilan pemerintah di luar negeri menjadi langkah penting untuk meningkatkan perlindungan dan mitigasi risiko.
“Kami mendorong para WNI yang menjadi ABK untuk rutin berkomunikasi dengan perwakilan-perwakilan Indonesia di luar negeri agar pergerakan mereka dapat dipantau,” ujarnya.
Menurutnya, komunikasi yang intensif dengan perwakilan Republik Indonesia akan memudahkan pemerintah melakukan identifikasi cepat serta langkah penanganan darurat apabila terjadi insiden.
“Jika terjadi sesuatu, pemerintah dapat segera mengetahui posisi mereka dan melakukan langkah penanganan yang diperlukan,” pungkasnya.