DPC GMNI Surabaya Minta Masa Aksi untuk Jaga Damai dan Hargai Warisan Sejarah
SURABAYA – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Surabaya Dhipa Satwika Oey, memberikan pernyataan resmi terkait aksi demonstrasi besar-besaran yang berlangsung hampir rata di seluruh kota.
Menurut Dhipa, gelombang aksi ini tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan merupakan akumulasi keresahan masyarakat atas berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan rakyat.
“Aksi yang terjadi secara besar-besaran ini lahir dari berbagai persoalan yang benar-benar langsung dirasakan rakyat, mulai dari kebijakan yang merugikan rakyat hingga permasalahan sosial yang tidak kunjung usai. Pada akhirnya semua element masyarakat merasa terpanggil untuk turun ke jalan demi menyuarakan keresahan yang mereka rasakan,” ungkap Dhipa, Senin.
Meski demikian, Dhipa menegaskan bahwa aksi demo harus tetap dijalankan dengan tertib dan damai. Ia berharap seluruh elemen yang turun ke jalan mampu menjaga kondusivitas.
“Kami berharap semua elemen masyarakat bisa menyampaikan aspirasi secara damai. Suara kita akan jauh lebih didengar dan dihargai bila disampaikan dengan cara yang benar, tanpa menimbulkan kerusakan dan hal-hal yang merugikan lainnya,” tambahnya.
Dhipa juga menghimbau agar massa aksi tidak merusak fasilitas umum yang merupakan sarana bersama.
“Jika fasilitas umum dirusak, yang rugi bukan hanya pemerintah, melainkan kita semua yang setiap hari memanfaatkannya. Kerusakan justru akan mempersulit kehidupan rakyat sendiri, bukan menyelesaikan persoalan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dhipa menekankan pentingnya menjaga keberadaan cagar budaya yang ada di sekitar lokasi aksi. Menurutnya, cagar budaya merupakan warisan sejarah dan identitas bangsa yang tidak ternilai harganya.
“Kalau cagar budaya sampai dirusak, kita kehilangan jejak sejarah sekaligus merusak jati diri bangsa. Itu bukan hanya merugikan generasi sekarang, tetapi juga merampas hak generasi mendatang untuk belajar dari sejarah,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Ketua DPC GMNI Kota Surabaya kembali menekankan bahwa esensi dari demonstrasi adalah menyuarakan kebenaran dengan cara yang baik dan elegan.
“Demo harus dilakukan dengan damai. Jangan terprovokasi, jangan bertindak anarkis. Mari kita buktikan bahwa jika semua element masyarakat menyatu kita akan kuat dan tidak bisa dibendung aspirasinya,” pungkasnya.