DPR Minta Polisi Jelaskan Penghentian Kasus Dugaan Penistaan Agama Sukmawati Soekarnoputri

DPR Minta Polisi Jelaskan Penghentian Kasus Dugaan Penistaan Agama Sukmawati Soekarnoputri

SHARE
Sarmuji (foto: pribadi)

JAKARTA – Pro kontra terkait penghentian penyelidikan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Sukmawati Soekarnoputri terkait puisi ‘Ibu Indonesia’ terus mendapatkan tanggapan dari masyarakat.

Di antaranya politisi Senayan yang meminta aparat penegak hukum untuk menjelaskan penghentian kasus tersebut yang menjadi perhatian publik. Penghentian kasus itu harus dijelaskan kepada publik.

“Sebaiknya pihak kepolisian menjelaskan secara transparan kepada publik setiap penghentian kasus yang mendapatkan perhatian publik. Termasuk kasus Sukmawati atau kasus apapun itu,” ujar Wakil Ketua Baleg DPR RI┬áSarmuji Senin (18/6/2018).

Bagi Wasekjen Golkar ini menyampaikan, penjelasan secara transparan kepada masyarakat sangat perlu untuk menjaga kepercayaan publik pada penegak hukum. Sarmuji pun yakin jika penegak hukum menjelaskan dengan jelas dan transparan maka publik bisa menerimanya dengan baik pula.

“Semua itu kan tujuannya untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. Dan saya rasa bila dijelaskan dengan baik, publik juga akan bisa menerima apa yang sebenarnya terjadi,” jelasnya.

Seperti diwartakan, polisi telah memutuskan bahwa penyelidikan kasus dugaan penistaan agama terkait puisi ‘Ibu Indonesia’ yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri dihentikan. Alasan polisi, tidak ditemukan unsur pidana dalam kasus itu

Kasus itu berawal saat Sukmawati membacakan puisi dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018 pada April 2018 lalu. Puisi karyanya ini kemudian memicu kontroversi karena menyinggung soal azan dan cadar.

Banyak pihak yang meyayangkan puisi yang dibacakan Sukmawati itu. Sejumlah pihak menilai puisi ‘Ibu Indonesia’ telah melecehkan agama Islam karena membandingkan syariat Islam, cadar, dan suara azan dengan hal duniawi. (HMS)

 

Facebook Comments
Baca juga :   Mereka yang Diduga Terlibat Korupsi e-KTP